Lewati ke konten

Menelusuri Kali Surabaya: Dari Perang Majapahit Hingga Penopang Air Baku Warga

| 6 menit baca |Pelajar Mbois | 4 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • Dari taktik perang Raden Wijaya hingga penopang air baku, Kali Surabaya punya cerita besar. Intip kisah lengkapnya lewat kacamata pelajar Wringinanom di sini!
  • Tahukah kamu Kali Surabaya menopang 97% air baku warga? Yuk, baca tulisan Alfiah dan Efa tentang sejarah panjang serta ancaman pencemaran sungai ini!
  • Bukan sekadar aliran air biasa, Kali Surabaya adalah saksi sejarah Majapahit sekaligus tumpuan kehidupan. Simak ulasan kritis nan segar dari pelajar local!
  • Mengapa kebersihan Kali Surabaya jadi tanggung jawab kita bersama? Temukan jawabannya dalam karya kolaborasi Alfiah dan Efa yang mengulas tuntas fungsi vital sungai ini.
  • Dari jalur logistik zaman kolonial hingga destinasi wisata modern, Kali Surabaya terus berjuang lawan sampah. Mari baca pandangan anak muda untuk kelestarian sungai!

AIR ngalir dari hulu ke hilir mungkin kelihatan kaya hal biasa yang saban hari kita lihat di pinggir jalan atau pas lewat jembatan. Tapi buat kita yang tinggal di sekitaran Wringinanom dan sekitarnya, Kali Surabaya itu jelas bukan sekadar genangan air lewat. Sungai ini punya cerita panjang—mulai dari saksi bisu taktik perang Raden Wijaya, jalur logistik zaman kolonial, sampai jadi penopang 97% air baku yang kita pakai buat kebutuhan sehari-hari sekarang.

Lewat dua sudut pandang tulisan dari Alfiah Dwi Ayu Nur Aini (11 MA Raden Paku Wringinanom) dan Efa Dwi Lestari (X-9 SMAN 1 Wringinanom), ketika ikut kegiatan Kali Surabaya Festival 2026 di Taman Suaka Ikan, pada 21 – 25 Sepetember 2026. Kita diajak buat ngeliat Kali Surabaya dari kaca mata anak muda. Bukan cuma soal sejarahnya yang keren, tapi juga soal realita ancaman sampah, pencemaran limbah, dan pentingnya kepedulian kita semua. Yuk, simak ulasan santai tapi penuh makna dari mereka berdua tentang sungai yang jadi urat nadi kehidupan kita ini![]

BACA JUGA:  MOZAIK: DLH Surabaya Angkut 16 Ton Sampah dari Kali Tebu

Alfiah Dwi Ayu Nur Aini
Kelas: 11 MA Raden Paku Wringinanom

#Kali Surabaya: Saksi Bisu Sejarah dan Penopang Kehidupan Kita

JUJUR deh, kalau kita dengar kata Kali Surabaya, apa sih yang pertama kali terlintas di pikiran? Mungkin cuma bayangan aliran air biasa yang membentang dari Kawasan Mlirip, Mojokerto, sampai ke Surabaya. Tapi tahu nggak, sungai ini sebenarnya penting banget buat kehidupan masyarakat di sekitarnya. Sayangnya, sekarang masih banyak banget sampah yang dibuang sembarangan. Padahal, kebiasaan buruk itu bikin air sungai tercemar dan bikin habitat hewan di dalamnya makin terancam.

Kondisi Kali Surabaya ini ngaruh banget ke kehidupan kita sehari-hari. Kalau sungainya udah tercemar, otomatis kualitas air bakal turun dan ngancam berbagai aktivitas warga. Makanya, menjaga kebersihan sungai itu bukan cuma tugas pemerintah aja, tapi juga tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat. Langkah kecil kaya nggak buang sampah ke sungai, ngurangin pemakaian plastik, sampai ikut gerakan bersih-bersih lingkungan bakal berharga banget buat kelestarian Kali Surabaya. Kalau ada kerja sama yang kompak antara warga, pemerintah, dan komunitas lingkungan, sungai ini bisa terus bermanfaat sampai kapan pun.

Kalau kita ulek balik ke belakang, Kali Surabaya ini punya sejarah yang keren banget. Dulu, Raden Wijaya—pendiri Kerajaan Majapahit—manfaatin sungai ini buat jalur strategi perang. Terus di masa lalu, pedagang Nusantara dan kolonial Belanda juga menjadikannya sebagai jalur niaga utama. Nggak cuma itu, ada juga peran besar dari arek-arek Suroboyo pas zaman perjuangan, PDAM, para pelaku industri, sampai komunitas peduli lingkungan kaya Ecoton dan relawan lokal yang sampai detik ini terus berjuang menjaga kelestariannya.

Bahkan, ada beberapa momen bersejarah banget yang pernah terjadi di Kali Surabaya:

  • Tahun 1293: Jadi lokasi hancurnya pasukan Mongol di tangan Raden Wijaya.
  • Abad ke-18 hingga ke-19: Mengalami masa kejayaan ekonomi sebagai jalur transportasi logistik pabrik gula pas zaman kolonial.
  • November 1945: Jadi jalur rahasia penyelundupan logistik perang pas Pertempuran Surabaya meletus.
  • Masa Kini (Era Modern): Jadi fokus pengawasan lingkungan yang krusial tiap harinya karena fungsinya sebagai penopang air baku utama warga kota.
BACA JUGA:  Refilin Roadshow Gandeng PKK Wonosalam Kurangi Sampah Sachet Rumah Tangga

Selain sarat akan nilai sejarah, fungsi Kali Surabaya di era sekarang emang nggak bisa dipisah dari hidup kita. Sungai ini jadi salah satu sumber air utama yang wajib banget dijaga kebersihannya dari ancaman sampah dan limbah yang merusak ekosistem.

Kesimpulannya, Kali Surabaya itu bukan sekadar catatan masa lalu, tapi bagian vital dari hidup kita sekarang dan masa depan. Kita harus jaga keberadaannya bareng-bareng supaya manfaatnya bisa dirasain terus sama generasi penerus. Untungnya, sekarang pemerintah bareng komunitas peduli lingkungan nggak tinggal diam—mereka terus berjuang nanggulangin pencemaran lewat patroli air rutin dan penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai demi menjaga kualitas airnya tetap lestari.***

Duh, sampai lupa nih siapa nama teman kita yang membentangkan poster keren ini! Yang jelas, pesan di posternya ngena banget buat ngingetin kita semua: “Sungai Suram Masih Diam???”. Yuk, buka mata dan makin peduli lingkungan, jangan sampai kita cuma diam dan makin mencemari sungai! | Foto: Supriyadi

 

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Efa Dwi Lestari
Kelas: X-9 | SMAN 1 Wringinanom

#Mengenal Lebih Dekat Kali Surabaya: Urat Nadi Sejarah dan Kehidupan Kita

KALIAN pernah mikir nggak sih, sebenarnya apa sih Kali Surabaya itu? Buat yang belum tahu, Kali Surabaya itu adalah anak sungai alias cabang super strategis dari Sungai Brantas yang membelah Kota Surabaya. Nah, aliran utamanya ini sering banget diidentikkan sama Kalimas yang udah nggak asing lagi di telinga kita.

Terus, siapa aja yang memanfaatkan dan mengelola Kali Surabaya? Jawabannya ya kita semua! Mulai dari masyarakat Surabaya, pihak industri, sampai Pemerintah Kota Surabaya. Bahkan, sekitar 97% sumber air baku warga itu dikelola sama PDAM dari air permukaan Kali Surabaya ini, lho.

Penasaran di mana lokasi dan rute alirannya? Sungai ini berhulu di Kota Mojokerto, mengalir membelah Kota Surabaya, sekaligus jadi batas alami buat wilayah Sidoarjo dan Gresik, sampai akhirnya bermuara di Selat Madura. Kebetulan banget kan, daerah sekolah kita di Wringinanom juga dilewati sama aliran sungai yang penting ini!

BACA JUGA:  Cerita dari Kali Tebu: Resep Alami dan Tekad Relawan Menjaga #SungaiLestari

Kalau ditanya kapan sungai ini mulai memiliki peran penting? Jawabannya udah dari dulu banget! Sejak abad ke-14 di era Kerajaan Majapahit, sungai ini udah jadi gerbang pelabuhan utama. Perannya makin eksis saat jadi alur logistik utama VOC di abad ke-17 hingga ke-19, sampai akhirnya terus berkembang ke program revitalisasi wisata kaya sekarang.

Lantas, mengapa sungai ini sangat penting? Soalnya Kali Surabaya itu bagaikan urat nadi ekonomi, jalur transportasi sejarah, sekaligus penyedia air bersih utama buat warga kota. Tapi di sisi lain, posisinya yang ada di tengah pusat aktivitas bikin sungai ini rentan banget kena dampak pencemaran limbah domestik rumah tangga maupun limbah pabrik industri.

Terus, bagaimana kondisi Kali Surabaya sekarang? Saat ini, Kali Surabaya udah bertransformasi jadi destinasi wisata air yang ikonik banget, contohnya kaya wisata perahu Kalimas yang estetik. Walaupun makin cantik, sungai ini tetap harus berjuang menghadapi tantangan ekologi kaya pendangkalan sedimentasi dan pencemaran kualitas air yang butuh pengawasan super ketat.

Sebagai generasi muda, kita nggak boleh cuma jadi penonton pasif aja. Menjaga kebersihan Kali Surabaya itu langkah nyata buat nyelametin masa depan kita sendiri. Kebiasaan simpel kaya nggak buang sampah sembarangan ke selokan, ngurangin plastik sekali pakai, dan peduli sama isu lingkungan sekitar bisa bawa perubahan besar. Yuk, kita bareng-bareng jaga Kali Surabaya biar tetap bersih, lestari, dan terus ngalir ngebawa manfaat buat kita semua!***

 

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *