Lewati ke konten

PJT 1 Duga Busa Kali Surabaya Berasal dari Pemadaman Kebakaran Pabrik Wings Surya

| 4 menit baca |Sorotan | 1 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • Fenomena busa penuhi Kali Surabaya diduga berasal dari sisa pemadaman kebakaran pabrik.
  • Perum Jasa Tirta 1 langsung mengambil sampel air pada lima titik lokasi berbeda.
  • Pengenceran air dilakukan dengan menambah debit aliran dari Pintu Air Mlirip hulu.
  • Pintu Air Wonokromo ditutup guna mencegah aliran busa mencemari kawasan sungai Kalimas.
  • Hasil pengujian laboratorium sampel air Kali Surabaya diperkirakan selesai pada Senin siang.

PERUM Jasa Tirta (PJT) 1 menduga gumpalan busa pekat yang memenuhi aliran Kali Surabaya berasal dari sisa penggunaan bahan pemadam kebakaran (foam). Kebakaran hebat melanda tiga gudang bahan baku sabun dan deterjen milik PT Wings Surya di Desa Tenaru, Kalitengah, Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Jumat sore (4/9/2026).

Kebakaran yang membakar bahan kimia seperti potasium dan sodium bikarbonat tersebut membutuhkan pasokan foam dalam jumlah besar untuk memadamkan kobaran api.

Kasubdiv Pengelolaan Sumber Daya Alam Wilayah Sungai Brantas 3 PJT 1, Agung Wicaksono, memberikan konfirmasi resmi mengenai indikasi awal aliran busa ini. Busa pemadam yang disemprotkan ke titik api diduga mengalir masuk ke saluran Kali Tengah.

Dari saluran tersebut, limbah foam terus mengalir hingga akhirnya bermuara langsung di badan air Kali Surabaya. Dampak cemaran mulai terlihat sejak Sabtu (5/9/2026) malam, ditandai munculnya busa tebal serta kondisi beberapa ekor ikan yang terlihat mabuk di permukaan air.

Langkah taktis langsung diambil PJT 1 dengan menggelontorkan debit air dari Pintu Air Mlirip di bagian hulu sungai. Aliran yang semula berada di kisaran 18 – 20 meter kubik per detik dinaikkan menjadi 25 meter kubik per detik sejak Sabtu malam.

Peningkatan rilis air dari hulu dilanjutkan hingga Ahad (6/9/2026) pukul 10.00 WIB untuk membantu proses pengenceran polutan. Pengenceran ini difokuskan agar kualitas air baku di Intake Karangpilang milik PDAM Surya Sembada tidak terganggu secara drastis.

BACA JUGA:  Ketika Air Dijaga dengan Doa: Manganan Sumur Watu Menjaga Tradisi, Alam, dan Kebersamaan Warga

“Harapannya ketika foam atau busa ini sampai di Intake Karangpilang bisa dilakukan pengenceran,” ujar Agung dikutip SuaraSurabaya, Ahad, (6/9/2026). PJT 1 meminta penambahan pasokan debit air baku dari wilayah hulu mengingat elevasi permukaan air sedang mengalami penurunan. Pihaknya menjamin pelanggan PDAM Surya Sembada Surabaya tidak perlu khawatir berlebihan terkait ketersediaan air baku.

#Langkah Lokalisasi dan Pengalihan Aliran

Seiring berjalannya waktu pada Ahad pagi, busa pekat dilaporkan telah bergerak hingga mencapai Bendung Rolak Gunungsari. Petugas PJT 1 segera mengambil tindakan lokalisasi guna membatasi penyebaran gumpalan busa agar tidak meluas ke saluran anak sungai kota lainnya. Pintu Air Wonokromo dioperasikan untuk ditutup rapat demi membendung busa agar tidak masuk melintasi wilayah Kalimas.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Koordinasi intensif dilakukan bersama Pemerintah Kota Surabaya untuk mengatur penyesuaian rilis debit air. Busa yang terlanjur berkumpul di area hilir Bendung Rolak Gunungsari diarahkan menuju jalur pembuangan akhir. Seluruh sisa limbah busa dibuang secara bertahap melalui Pintu Air Jagir hingga mengalir menuju muara laut.

“Busa-busa yang sudah ada di hilir Bendung Rolak akan kami buang melalui Pintu Air Jagir,” kata Agung. Penanganan menyeluruh ini ditujukan untuk memproteksi pasokan air baku di dua intake vital, yaitu Intake Karangpilang dan Intake Ngagel. PJT 1 berkomitmen menjaga kebersihan sumber air baku sembari mengawasi pergerakan sisa gumpalan busa di sepanjang lintasan sungai.

#Uji Laboratorium dan Kepastian Pencemaran

Guna memastikan penyebab mutlak dari penurunan kualitas air, tim laboratorium PJT 1 dikerahkan ke lapangan. Petugas menyisir lima titik lokasi strategis sepanjang aliran sungai untuk mengambil sampel air cair dan busa. Salah satu titik krusial pengambilan sampel dipusatkan di kawasan Bendung Rolak Gunungsari. Pengujian ini dirancang untuk mendeteksi apakah cemaran murni dipicu foam pemadaman atau terdapat tambahan limbah dari aktivitas industri lain.

BACA JUGA:  Kali Surabaya Lampaui Baku Mutu Kualitas Air

Pihak PJT 1 menyatakan belum dapat memberikan kesimpulan final terkait tingkat keparahan dampak pencemaran kimia tersebut. Kepastian teknis mengenai tingkat bahaya zat polutan baru bisa dipertanggungjawabkan setelah hasil laboratorium keluar secara resmi. Petugas laboratorium diminta mempercepat pengujian sampel di laboratorium guna memberikan kepastian data lingkungan.

“Kami mencoba agar teman-teman laboratorium bisa melakukan hasil ujinya secepat mungkin,” tutur Agung. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan dapat diketahui paling cepat pada Senin (7/9/2026) siang. Data akurat dari hasil uji lab tersebut akan menjadi acuan utama bagi PJT 1 dan Pemkot Surabaya dalam menentukan langkah mitigasi serta penindakan selanjutnya.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *