Lewati ke konten

Polisi Datang Tanpa Surat, Peternak Ayam Lamongan Siap ‘Pulangkan’ Mereka

| 2 menit baca |Sorotan | 10 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Hamim Anwar Editor: Supriyadi

 

LAMONGAN – Suasana gedung DPRD dan Polres Lamongan tidak seperti biasanya pada Rabu, (1/10/2025). Bukan karena ada selebritas atau pejabat baru, melainkan belasan peternak ayam pedaging yang membawa kemarahan mereka ke jalan—secara damai, tentu saja.

Mereka tergabung dalam Perkumpulan Peternak Rakyat Pejuang FCR Lamongan. “Ini puncak kesabaran kami,” kata Aminarto, ketua perkumpulan, dengan nada setengah frustasi, setengah marah.

Frustasi mereka beralasan. Beberapa pekan terakhir, aparat kepolisian rutin mendatangi kandang mereka tanpa surat tugas dan tanpa ditemani instansi terkait. “Ada yang ditelepon, diminta datang ke kantor polisi. Surat resmi? Nggak ada,” jelas Amin.

Aksi ini sebenarnya sudah lama menumpuk. Januari lalu, para peternak sudah mengadu ke DPRD dan beraudiensi dengan Bupati Yuhronur Efendi. Tapi nyatanya, inspeksi dadakan aparat masih sering terjadi.

“Yang bikin pusing, persyaratan yang diminta juga nggak jelas. Kami UMKM, tapi perlakuannya seperti perusahaan berbadan hukum. Bahkan ada yang ngomong soal hak paten! Kami nggak produksi barang bermerek, Pak,” ujar Amin sambil geleng-geleng kepala.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Aksi damai ini berlangsung di dua titik: awalnya di DPRD Lamongan, kemudian dilanjutkan ke Markas Polres Lamongan. Tujuannya jelas: meminta kepastian regulasi dan perlakuan yang adil. Para peternak juga berharap DPRD bisa mendorong Perda atau Perbup Peternakan supaya tidak ada lagi inspeksi dadakan yang bikin resah.

Sementara itu, dari sisi aparat, mereka diminta untuk tidak memeriksa kandang tanpa surat tugas dan memastikan ada pendampingan dari instansi terkait. “Kalau datang tanpa surat, ya pulang saja!” tegas Amin, menutup audien-nya dengan nada yang sudah setengah bercanda, setengah serius, campur gethem.

Di Lamongan, ayam memang jadi simbol keberkahan bagi sebagian orang. Tapi bagi para peternak ini, ayam juga jadi simbol kesabaran yang hampir habis—apalagi kalau yang datang bukan mitra tapi polisi tanpa surat.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *