Penyisiran Kali Surabaya mengungkap beragam karakter limbah industri di Gresik, dari parameter relatif aman hingga indikasi tekanan ekologis serius.
Tim ronda sungai yang dikoordinatori Posko Ijo menemukan sejumlah outlet limbah industri yang bermuara ke Kali Surabaya, saat melakukan penyisiran kawasan industri di Kabupaten Gresik, Rabu, 10 Juni 2026. Dari hasil pengukuran lapangan, kondisi limbah yang dibuang perusahaan menunjukkan parameter yang berbeda-beda.
Penyisiran dilakukan di kawasan industri Kecamatan Wringinanom dan Driyorejo. Tim menggunakan water quality meter untuk mengukur kualitas air secara langsung di titik outlet pembuangan limbah.
Direktur Posko Ijo, Rulli Mustika Adya, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan sebagian outlet memiliki parameter relatif baik. Namun ia menilai tekanan terhadap sungai tetap besar, karena banyaknya saluran limbah bermuara langsung ke sungai.
“Ada beberapa outlet yang secara parameter tergolong baik. Tetapi pengawasan tetap harus dilakukan, karena sungai menerima beban pencemar dari banyak sumber,” kata Rulli.
Kegiatan juga diikuti jurnalis independen asal Jerman, Lowis Kassing. Selama penyisiran, Lowis mendokumentasikan kondisi sungai, aktivitas warga, hingga saluran pembuangan limbah industri yang terhubung dengan Kali Surabaya.
Menurut Lowis, sungai di Indonesia, Surabaya, memiliki bentang alam yang menarik. Namun ia melihat aktivitas industri memberi tekanan besar terhadap kualitas sungai.
“Sungai di sini bagus. Dari bentang alam, panorama bagus. Ada aktivitas perahu nyeberang. Tapi sayang, setiap industri harus membuang limbah ke sungai,” ujarnya.
Lowis yang merupakan lulusan Hochschule Hannover University of Applied Sciences and Arts ini, mengikuti penyisiran sejak pagi. Ia juga melakukan pengambilan gambar, mewawancarai warga, dan mencatat kondisi lingkungan di sepanjang bantaran sungai.
“Ini sebuah kegiatan besar, di mana semua orang memiliki cerita. Tapi jika cerita ini berhasil, seperti proyek film-film saya, mungkin saya akan menerbitkannya,” kata Lowis.
Ia beberapa kali berhenti di titik pengamatan, merekam kondisi outlet limbah dan aktivitas industri di sekitar sungai. Menurutnya, dokumentasi visual menjadi cara penting untuk menunjukkan hubungan antara industri dan perubahan lingkungan.
“Betapa bagusnya foto saya dengan sungai-sungai di sini. Saya ingin berbagi apa yang saya lihat di sini,” ujarnya.

#Konduktivitas Tinggi di Outlet Industri Kertas
Lokasi pertama yang diperiksa tim berada di outlet PT Adiprima Suraprinta, industri kertas daur ulang di Jalan Raya Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Pengukuran dilakukan sekitar pukul 08.55 WIB.
Dari hasil pengukuran, ditemukan nilai pH tercatat 8,55 dengan suhu air mencapai 31,1°C. Nilai konduktivitas atau total dissolved solids (TDS) tercatat mencapai 21.650.
Angka ini menunjukkan tingginya kandungan zat terlarut di dalam air limbah. Dalam pengukuran kualitas air, konduktivitas sering digunakan melihat banyaknya ion atau material terlarut yang terbawa dalam aliran limbah.
Tim mengamati saluran outlet mengarah langsung menuju aliran yang terkoneksi dengan Kali Surabaya. Di sekitar kawasan, aktivitas perusahaan dengan deru mesinnya terus berlangsung.
Rulli mengatakan tingginya nilai konduktivitas ini, belum bisa dijadikan dasar tunggal untuk menyimpulkan tingkat pencemaran. Hal ini karena parameter di lokasi hanya menjadi indikator awal.
“Kalau hanya melihat parameter di lokasi, kita belum bisa menyimpulkan semuanya. Tetapi angka-angka ini penting sebagai penanda awal kondisi air limbah. Nanti akan diperkuat hasil laboratorium,” ujarnya.
Pada industri kertas daur ulang, kandungan zat terlarut dalam limbah dapat berasal dari residu tinta, bahan kimia pencuci, hingga sisa pemutih bahan baku. Jika pengolahan limbah tidak optimal, zat tersebut dapat memengaruhi kualitas air sungai dalam jangka panjang.
Tim juga mencatat kondisi sempadan sungai di sekitar kawasan industri cenderung minim vegetasi peneduh. Sebagian saluran pembuangan tampak terhubung langsung dengan badan air tanpa zona penyangga alami.
Minimnya vegetasi di bantaran sungai membuat kemampuan alami kawasan dalam menyaring limpasan air menjadi berkurang. Kondisi itu juga meningkatkan tekanan terhadap kualitas perairan di kawasan industri padat.
Selama penyisiran berlangsung, tim beberapa kali menghentikan perjalanan untuk mendokumentasikan perubahan warna air dan arah aliran limbah. Beberapa outlet terlihat memiliki debit aliran cukup besar meski tidak semuanya menunjukkan warna pekat.
WhatsApp Channel · TitikTerang
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu. TitikTerang hadir di WhatsApp
Kali Surabaya sendiri menjadi salah satu jalur air penting di Jawa Timur. Sungai ini menopang kebutuhan air baku sekaligus menerima tekanan dari kawasan industri dan permukiman yang berkembang di sekitarnya.

#Oksigen Terlarut Rendah di Driyorejo
Penyisiran kemudian dilanjutkan menuju PT Dayasa Aria Prima, industri kertas daur ulang di Jalan Raya Driyorejo, Kabupaten Gresik. Di lokasi tersebut, tim melakukan pengukuran langsung pada saluran outlet yang menuju drainase kawasan industri.
Hasil pengukuran menunjukkan nilai pH berada di angka 7,77 dengan suhu air mencapai 31,4°C. Tim juga mencatat kadar dissolved oxygen (DO) atau oksigen terlarut sebesar 2,0 mg/l.
Sementara nilai konduktivitas atau TDS tercatat 501 ppm. Dibanding lokasi sebelumnya, nilai TDS di titik ini terlihat lebih rendah.
Meski demikian, kadar oksigen terlarut rendah menjadi perhatian utama tim ronda sungai. Oksigen terlarut merupakan parameter penting untuk melihat kemampuan air menopang kehidupan organisme akuatik.
Semakin rendah kadar oksigen di dalam air, semakin besar tekanan terhadap ekosistem sungai. Kondisi tersebut dapat memengaruhi keberlangsungan ikan maupun biota lain yang bergantung pada pasokan oksigen stabil.
Aliran limbah di outlet PT Dayasa Aria Prima terlihat relatif lebih jernih dibanding beberapa titik lain yang sebelumnya dipantau di kawasan DAS Brantas. Namun tim menilai kondisi sungai tidak bisa dilihat hanya dari satu outlet secara terpisah.
“Kadang satu outlet terlihat cukup baik, tapi sungai menerima buangan dari banyak industri sekaligus. Itu yang membuat kondisi sungai terus tertekan,” kata Rulli.
Di sekitar kawasan Bambe, Driyorejo, tim juga menemukan saluran air industri yang banyak dipenuhi sampah domestik, sludge hasil pengolahan kertas. Sludge-sludge itu mengapung, dan menjadi perhatian Lowis.
Ia beberapa kali mendokumentasikan saluran air yang tampak pekat mengalir ke arah Kali Surabaya. Menurutnya, sungai di Indonesia memiliki karakter visual yang kuat karena aktivitas masyarakat masih sangat dekat dengan badan air.
“Hubungan itu bisa juga menjadi risiko pencemaran bisa terus berlangsung,“ ucapnya.

#Suhu Tinggi dan Tekanan Kawasan Industri
Lokasi berikutnya yang diperiksa berada di outlet PT Daesang, industri penyedap masakan di Jalan Raya Driyorejo, Dusun Karanglo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Tim melakukan pengukuran menggunakan alat portabel di saluran pembuangan perusahaan.
Nilai pH pada titik tersebut tercatat 7,45. Suhu air mencapai 34,9°C, tertinggi dibanding dua lokasi sebelumnya. Tim juga mencatat kadar dissolved oxygen sebesar 2,1 mg/l. Sementara nilai TDS tercatat 2,48 ppt.
Suhu air yang relatif tinggi menjadi salah satu parameter yang dicermati tim. Peningkatan suhu pada limbah cair dapat memengaruhi kadar oksigen terlarut dan mempercepat perubahan biologis di dalam air.
Tim mengamati aliran limbah mengarah menuju sistem drainase yang terkoneksi dengan Kali Surabaya. Aktivitas kendaraan logistik di kawasan industri terlihat berlangsung intensif sepanjang pemantauan.
Rulli mengatakan pemantauan sungai berbasis warga menjadi penting untuk memastikan perubahan kualitas lingkungan dapat terus dipantau. Menurut dia, pengawasan lapangan perlu dilakukan secara berkala agar pencemaran tidak dianggap sebagai kondisi normal.
“Kalau sungai terus menerima limbah tanpa pengawasan, masyarakat lama-lama menganggap pencemaran itu biasa. Padahal dampaknya panjang,” ujarnya.
Bagi Lowis, ronda sungai yang dilakukan warga menunjukkan bentuk keterlibatan masyarakat yang jarang ia temui di beberapa tempat lain. “Pemantauan seperti ini bisa jadi memiliki nilai dokumentasi sekaligus nilai sosial,“ ucapnya.
Menjelang siang, penyisiran dihentikan setelah tim memeriksa sejumlah outlet di kawasan industri Gresik. Meski beberapa parameter dinilai masih relatif baik, tim ronda sungai menilai tekanan terhadap Kali Surabaya tetap tinggi karena banyaknya saluran limbah yang dibuang langsung ke aliran Kali Surabaya.***