JOMBANG – Setelah sekian lama wacananya mondar-mandir kayak pasien rawat jalan, rencana relokasi RSUD Jombang akhirnya resmi dibatalkan. Iya, nggak jadi pindah. Rumah sakitnya tetap di tempatnya sekarang. Mungkin yang pindah cuma idenya, dari “relokasi” jadi “renovasi”.
Padahal, sejak 2023 Pemkab sudah nyiapin anggaran sampai Rp 42 miliar buat pengadaan lahan. Tapi belakangan, mereka sadar: memindahkan rumah sakit bukan kayak mindahin angkringan dari depan gang ke pojokan pasar.
Butuh duit segunung, risiko setinggi langit, dan hasilnya belum tentu lebih baik.
“Memindahkan rumah sakit risikonya luar biasa. Dengan aset mencapai Rp 1 triliun, relokasi tidak efektif, tidak efisien, dan bisa mengganggu pelayanan kesehatan,” kata Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, Kamis (2/10/2025).
Intinnya, daripada buang-buang tenaga dan duit, mending optimalkan yang udah ada.
#Duit APBD Tipis, Akal Harus Manis
Pudji juga jujur soal satu hal, “APBD Jombang lagi kering-keringnya.” Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kecil bikin proyek relokasi rumah sakit terasa kayak mimpi di siang bolong. Kalau dipaksakan, pembangunan lain bisa mandek.
Dan jujur aja, rumah sakit baru yang megah tapi jalan-jalan rusak dan air bersih langka juga nggak lucu. Karena itu, Bupati Jombang sepakat, rumah sakit tetap di tempatnya sekarang.
Nggak usah ikut-ikutan “pindah ibukota” versi mini.
#Strategi Baru: Ngatur Jalan, Nggeser Dinas
Biar nggak stagnan, RSUD Jombang punya strategi baru. Salah satunya, menata ulang lalu lintas di sekitar rumah sakit supaya pasien, dokter, dan ojek online nggak saling klakson.
Selain itu, lahan sekitar RSUD bakal dioptimalkan buat tambahan fasilitas kesehatan.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp ChannelYang menarik, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) kemungkinan bakal digeser ke tempat lain. Bukan karena nggak cocok sama tetangga, tapi karena lahan bekasnya lumayan strategis buat bangun ruang rawat inap dan kamar operasi baru.
”Kalau Dukcapil bisa dipindah, lahannya sangat strategis untuk pengembangan fasilitas medis. Itu yang sedang kami dorong,” ujar dr. Pudji.
#Jadi, Apa Maknanya Buat Warga?
Keputusan ini sebenarnya sederhana tapi penting: nggak semua pembangunan harus dimulai dengan kata “bongkar” atau “pindah”.
Kadang yang dibutuhkan cuma merawat yang sudah ada, memperbaiki manajemen, dan memastikan warga bisa berobat tanpa harus berdesakan di lorong rumah sakit.
RSUD Jombang nggak perlu pindah untuk membuktikan kemajuan.
Yang perlu pindah cuma mindset lama: bahwa sesuatu yang baru selalu lebih baik dari yang sudah ada.***