Lewati ke konten

Semangat Tak Kenal Usia, 44 Lansia Desa Pedagangan Diwisuda Sekolah Lansia Tangguh Selantang

| 4 menit baca |Rekreatif | 22 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Jofan Achmad Editor: Supriyadi
Terverifikasi Bukti

Sebanyak 44 lansia Desa Pedagangan, Wringinanom, Gresik, diwisuda dalam Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Program inisiatif PKK ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan berdaya guna dapat terus tumbuh meski di usia lanjut.

#Pendidikan Sepanjang Hayat bagi Lansia Desa

Semangat belajar sepanjang hayat kembali ditunjukkan oleh para lanjut usia di Desa Pedagangan, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (17/12/2025). Sebanyak 44 lansia resmi mengikuti prosesi Wisuda Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), sebuah program pemberdayaan yang digagas oleh Ibu-Ibu PKK Desa Pedagangan dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ibu.

Prosesi wisuda Sekolah Lansia Tangguh di Desa Pedagangan menjadi ruang bahagia bagi lansia untuk tetap aktif, sehat, dan bersosialisasi. | Foto: Dok

Prosesi wisuda berlangsung khidmat sekaligus meriah. Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, kader PKK, keluarga peserta, serta masyarakat setempat yang memberikan dukungan langsung kepada para wisudawan. Selantang dirancang sebagai ruang belajar nonformal yang ramah lansia, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup peserta melalui pengetahuan kesehatan dan keterampilan praktis.

Dalam program ini, para lansia dibekali pengetahuan dasar mengenai kesehatan, mulai dari pengenalan gizi seimbang, pemahaman penyakit yang umum dialami di usia lanjut, hingga cara menjaga kebugaran fisik dan mental. Selain itu, Selantang juga menghadirkan kegiatan kreatif sebagai sarana pengembangan diri, salah satunya melalui pembuatan kerajinan kemoceng sederhana yang dapat melatih motorik sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.

Kepala Desa Pedagangan, Harun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti program hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa usia tidak boleh menjadi penghalang untuk terus belajar dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

“Usia boleh tua, tetapi semangat harus tetap berjiwa muda. Lansia memiliki hak dan kemampuan untuk membawa nama desa menjadi lebih baik, terutama melalui pemahaman pendidikan kesehatan. Saya mendukung penuh kegiatan ini karena mampu menyediakan ruang pendidikan sekaligus hiburan,” ujar Harun.

Menurutnya, kesehatan jiwa dan pikiran yang terjaga akan berdampak langsung pada kebugaran fisik para lansia. “Ketika para lansia tetap diberi ruang untuk belajar dan berkegiatan, yang terjaga bukan hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan jiwa dan pikiran mereka. Jika mentalnya bahagia dan aktif, tubuh akan merespons dengan lebih bugar dan produktif. Inilah yang ingin kami bangun melalui Sekolah Lansia Tangguh,” kata Harun.

Para lansia Desa Pedagangan merayakan kelulusan Sekolah Lansia Tangguh, program PKK yang membekali kesehatan dan keterampilan praktis. | Foto: Dok

#Ajak Ecoton sebagai Ruang Sosialisasi dan Agen Perubahan Lingkungan

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Sementara itu, Kepala Sekolah Selantang, Mahsunnatun Nadhifah, mengungkapkan rasa haru dan bangganya terhadap antusiasme para peserta sejak awal hingga akhir program. Ia menilai Selantang bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang sosial yang penting bagi lansia untuk tetap aktif dan terhubung dengan sesama.

“Sekolah ini memberi ruang bagi para lansia untuk bersosialisasi dan saling bersilaturahmi. Bahkan, banyak peserta yang mendorong agar Selantang segera dilanjutkan ke tahap berikutnya karena semangat mereka sangat tinggi di tengah kesibukan sehari-hari,” tuturnya.

Mahsunnatun juga menyampaikan harapan agar Selantang ke depan dapat terus berkembang dengan melibatkan berbagai pihak. Ia berharap Ecoton (Lembaga kajian Konservasi dan Lahan Basah) dapat berperan pada tahap selanjutnya untuk memberikan edukasi lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sampah rumah tangga.

Wisuda Selantang Desa Pedagangan menegaskan bahwa pendidikan sepanjang hayat mampu menjaga lansia tetap berdaya dan bermakna. | Foto: Dok

Menurutnya, keterlibatan lansia dalam isu lingkungan sangat penting karena mereka memiliki peran strategis di lingkup keluarga. “Kami ingin para lansia juga menjadi agen perubahan lingkungan di rumah masing-masing, dimulai dari kebiasaan sederhana seperti memilah dan mengelola sampah,” ujarnya.

Sebagai penutup rangkaian wisuda, panitia memberikan sejumlah penghargaan khusus untuk menumbuhkan semangat kompetitif yang sehat di kalangan peserta. Penghargaan tersebut meliputi kategori Anggota Paling Aktif, Anggota Paling Kreatif, dan Anggota Paling Rapi.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat, kelompok lansia mampu terus belajar, berkarya, dan berdaya guna bagi keluarga maupun masyarakat. Semangat tak kenal usia yang ditunjukkan para wisudawan Selantang menjadi inspirasi bahwa masa tua tetap dapat diisi dengan aktivitas yang produktif, bermakna, dan membahagiakan.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *