Lewati ke konten

Sensus ECOTON dan PT Petrokimia Gresik Catat 71 Ekor Ikan di Kali Surabaya

| 4 menit baca |Advertisement | 1 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • Sensus ekosistem perairan Kali Surabaya berhasil mencatat sebanyak 71 ekor ikan dari tujuh spesies berbeda.
  • Pendataan lapangan tanggal 12 hingga 13 September 2026 menemukan keberadaan populasi dominan spesies ikan Jendil.
  • Sebanyak 77,6 persen dari total sampel ikan terdata berjenis kelamin betina dalam sensus sungai tersebut.
  • Tim gabungan ECOTON dan Petrokimia Gresik mengukur panjang lebar berat serta jenis kelamin ikan teliti.
  • Data awal ini menjadi pijakan pemantauan keanekaragaman hayati dan kesehatan ekosistem sungai Surabaya secara berkala.

ECOLOGICAL Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) bekerja sama dengan PT Petrokimia Gresik (Persero) menggelar sensus ikan di Kali Surabaya pada 12–13 September 2026. Melalui program Petro-Tirta, tim gabungan yang melibatkan peneliti dan nelayan lokal tersebut berhasil mencatat 71 ekor ikan dari sejumlah segmen perairan sungai.

Pendataan dilakukan secara mendalam pada setiap sampel temuan. Pengukuran mencakup panjang total, lebar tubuh, berat, hingga identifikasi jenis kelamin ikan.

Bader merah (Barbonymus balleroides) hasil tangkapan dalam Sensus Ikan Kali Surabaya. Ikan ini memiliki sisik besar dengan tubuh relatif tinggi. | Foto: M Iffan

Pendiri ECOTON, Prigi Arisandi, menegaskan bahwa pendataan biologi akuatik ini sangat penting untuk memantau kesehatan ekosistem Kali Surabaya secara berkala. Perubahan pada komunitas ikan menjadi indikator utama dalam membaca kondisi lingkungan sungai.

“Informasi struktur populasi akuatik akan menjadi pijakan dasar membaca bagaimana perubahan kondisi lingkungan di Kali Surabaya,” ujar Prigi dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Prigi menambahkan, identifikasi spesies yang masih bertahan hidup beserta gambaran ukuran fisik dan komposisi populasinya memberikan data ilmiah yang krusial dari waktu ke waktu.

“Kita perlu tahu ikan apa saja yang masih ditemukan, ukurannya seperti apa, dan bagaimana komposisinya. Data seperti ini penting untuk melihat perubahan kondisi sungai dari waktu ke waktu,” tutur Prigi.

Hasil identifikasi tim peneliti menunjukkan keberadaan sedikitnya tujuh jenis ikan akuatik sungai. Jenis tersebut meliputi jendil (Pangasius micronemus), bader merah (Puntius orphoides), bader putih (Barbonymus gonionotus), rengkik (Hemibagrus nemurus), palung (Hampala macrolepidota), nilem (Osteochilus vittatus), dan muraganting (Labeo chrysophekadion).

BACA JUGA:  Hari Mangrove Sedunia, Seremoni Penanaman Tak Hentikan Hilangnya Hutan Pesisir

Ikan jendil (Pangasius micronemus) menjadi spesies yang paling dominan dengan total temuan mencapai 44 ekor. Sementara itu, ikan rengkik yang ditemukan memiliki panjang total antara 46–56 cm dengan ukuran rata-rata 51 cm.

Hasil Sensus Ikan Kali Surabaya mencatat 71 ekor dari tujuh jenis ikan. Jendil mendominasi dengan 44 ekor atau 65 persen. Rengkik memiliki rata-rata ukuran dan bobot terbesar, mencapai 51 sentimeter dan 1,398 kilogram. Data dikumpulkan pada 12–13 September 2026 di empat segmen Kali Surabaya melalui program PETRO-TIRTA. | Sumber: Sensus Kali Surabaya 2026

#Ukuran Fisik Tubuh serta Ketimpangan Rasio Jenis Kelamin

Temuan di beberapa titik aliran sungai memperlihatkan, ikan jendil memiliki rentang ukuran tubuh yang lebih lebar, yakni berkisar antara 20–60 cm. Dimensi fisik ini mengindikasikan adanya keragaman struktur umur dan ukuran dalam populasi ikan sungai.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Catatan penting lain dari sensus ini terletak pada komposisi jenis kelamin. Dari total 67 ekor ikan yang berhasil teridentifikasi jenis kelaminnya, sebanyak 52 ekor atau 77,6 persen merupakan betina, sedangkan ikan jantan hanya tercatat sebanyak 15 ekor. Ketimpangan ini juga terlihat pada spesies jendil, dengan perincian 35 ekor betina dan hanya 8 ekor jantan.

Rengkik (Hemibagrus nemurus), ikan berkumis dari famili Bagridae, ditemukan dalam Sensus Ikan Kali Surabaya. Jenis ini merupakan salah satu ikan lokal yang masih tercatat di sungai tersebut. | Foto: Fully Syafi

#Pemetaan Empat Segmen dan Urgensi Pemantauan Berkelanjutan

Sensus biologi akuatik ini dilaksanakan di empat segmen alur perairan Kali Surabaya:

  1. Segmen I: Perning – Sumberame
  2. Segmen II: Sumberame – Wringinanom
  3. Segmen III: Wringinanom – Lebaniwaras
  4. Segmen IV: Lebaniwaras – Legundi

“Seluruh data yang terkumpul menjadi bagian pendataan awal kehidupan ikan sungai. Data dasar ini akan digunakan sebagai pembanding untuk pemantauan periode berikutnya,” kata Prigi.

Keberadaan berbagai jenis ikan ini membuktikan bahwa Kali Surabaya masih mampu menyediakan habitat bagi kehidupan akuatik.

“Sungai tetap bisa dikatakan masih mendukung kelangsungan hidup beragam makhluk hidup di perairan. Kondisi daya dukung lingkungan perairan sungai perlu dijaga secara berkelanjutan,” ujar Prigi menambahkan.

BACA JUGA:  #Zero Waste Academy 2026: Membaca Sampah dari Mrican Kota Kediri

Oleh karena itu, pemantauan lingkungan ke depan tidak boleh hanya berfokus pada pengukuran kualitas air secara fisik-kimia, melainkan harus mencakup dinamika kehidupan di dalam sungai.

“Evaluasi menyeluruh membantu upaya pemulihan keanekaragaman hayati Kali Surabaya secara intensif,” pungkas Prigi.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *