- Gokil! Day 4 Kali Surabaya Fest ’26 diserbu pelajar yang mau belajar bikin poster lingkungan.
- Pak Prigi Arisandi turun tangan ngajarin anak SMA Gresik dsan Sidoarjo bikin poster kampanye sungai yang kece!
- Anak muda Wringinanom dan Sidoarjo, siap selamatkan sungai lewat karya poster di Kali Surabaya Fest ’26!
- Bahas mikroplastik sampai desain poster, serunya pelatihan lingkungan di Kali Surabaya Fest ’26!
- Saatnya anak sekolah aksi nyata jaga sungai lewat karya poster visual yang keren banget!

Halo semuanya! Kenalin, aku Shelo Anugrah Julia Prameswati (panggil aja Shelo!), siswi kelas 12 SMK Kabuh, Jombang.
FYI, aku lagi magang di ECOTON dari 1 Juli–30 Oktober 2026. Magang di sini asik banget! Selain makin peka lingkungan, aku juga belajar menulis bareng temen-temen.
Tulisan soal keseruan Training Class Poster Kampanye Sungai di Day 4 Kali Surabaya Fest ’26 ini karyaku, lho!
Penasaran sama cerita dan liputanku selanjutnya selama magang di ECOTON? Kepo-kepoin terus tulisan aku ya! Stay tuned and enjoy reading![]
RANGKAIAN acara Kali Surabaya Fest ’26 di Day 4, Kamis, 24 September 2026, beneran pecah dan seru banget! Kali ini, ada agenda kece buat anak muda yang tajuknya “Training Class Poster Kampanye Sungai Mengenai Peduli Lingkungan”. Nggak main-main, pemateri utamanya langsung aktivis lingkungan kondang, Bapak Prigi Arisandi.
FYI nih guys, Pak Prigi itu pendiri ECOTON—lembaga yang juga jadi tuan diramaikannya Kali Surabaya Fest ’26 ini! Tahu kan? Nah, di acara ini, puluhan pelajar dari SD sampai SMA—yang kebanyakan berasal dari Wringinanom, Gresik, plus ada juga lho yang sengaja datang dari SMAN 1 Tarik Sidoarjo—kelihatan antusias banget ngikutin sesi dari awal sampai akhir.

Di pelatihan ini, Pak Prigi ngajarin kita cara bikin poster kampanye yang gak cuma estetika visualnya dapet, tapi juga ngena di hati masyarakat. Katanya, kalau bikin poster lingkungan tuh harus merhatiin isi pesan, pemilihan warna, sama elemen gambar yang pas biar maksudnya sampai dan nggak garing.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp ChannelSelain bagi-bagi ilmu desain, Pak Prigi juga ngasih warning keras soal kondisi sungai kita sekarang. Beliau ngejelasin betapa bahayanya pencemaran lingkungan, terutama isu mikroplastik di kawasan industri Wringinanom sama kejadian pencemaran di Kali Jagir gara-gara kebakaran pabrik WINGS waktu itu.
“Perilaku kita merusak sungai sehingga kalau diteruskan maka akan membahayakan generasi mendatang. Ketika kita berada dalam lingkaran lingkungan yang sedang bermasalah, itu kita tidak boleh menambah masalah apalagi dengan mencemari lingkungan,” tegas Pak Prigi di depan para peserta.
Biar makin relatable sama teori yang udah dikasih, semua peserta langsung diminta bikin kelompok isinya tiga orang. Tugasnya: bikin poster kreatif bertema “Manfaat Sungai dan Peduli Lingkungan”.

The power of kepepet! Niat bikin poster peduli sungai tapi pewarnanya ketinggalan, temen-temen MA Raden Paku Wringinanom langsung sat-set pinjem ke adek-adek MI Darunnajah Lebanisuko. Tenang aja, nggak gratisan kok, imbalannya langsung diganti modal jajan! Seru pol! | Foto: Supriyadi
Antusiasme temen-temen yang hadir juga kerasa banget waktu diwawancarai:
- Abdul Rohman Ubay (Ubay, 11 tahun – SDIT Abunayya): Menceritakan kekesalannya karena masih sering ngeliat tetangga di sekitar rumahnya yang asal bakar sampah sembarangan.
- Alfiah Dwi Ayu & Nazubah Maya (MA Raden Paku): Merasa dapat ilmu baru dan kepikiran buat nularin kesadaran lingkungan ini ke temen-temen sebayanya.
“Pesan yang ingin saya sampaikan melalui poster ini adalah agar masyarakat lebih menjaga dan peduli terhadap sungai, sehingga kelestarian ekosistem di dalamnya tetap terjaga,” kata Nazubah.
Lewat perpaduan edukasi dan seni visual ini, harapannya anak-anak muda di Gresik bisa makin peka sama kondisi sekitar. Langkah kecil kayak gini terbukti bisa bikin kita makin aware kalau masa depan sungai Indonesia itu ya ada di tangan kita sendiri!***

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) dan PT Petrokimia Gresik (Persero) melalui Program Petro Tirta.