Lewati ke konten

Surabaya River Fest 2026: Belajar Soal Mikroplastik, Lanjut Praktek Langsung! Keseruannya Makin Pecah!

| 5 menit baca |Pelajar Mbois | 10 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • SURABAYA RIVER FEST 2026 kembali heboh! Anak SMA turun langsung berburu mikroplastik dan uji air Kali Surabaya. Seru banget!
  • Gak cuma teori, pelajar SMA/MA diajak nguji air dan cari mikroplastik di SURABAYA RIVER FEST 2026. Bikin nagih!
  • Gimana rasanya uji air sungai langsung pakai alat lab? Intip keseruan pelajar SMA beraksi di SURABAYA RIVER FEST 2026!
  • Bongkar bahaya mikroplastik! Pelajar SMA diajak terjun ke Kali Surabaya lewat aksi seru di SURABAYA RIVER FEST 2026.
  • Antusiasme pecah! Ratusan temuan mikroplastik dibongkar anak SMA saat praktek lapangan di acara SURABAYA RIVER FEST 2026.

Penulis: Karina Sandra Pramudita. Halo semuanya! Kenalin, panggil aku Karina, siswi kelas 11 SMKN 1 Cerme, Gresik. Dari 29 Juni sampai 31 Oktober 2026, aku lagi magang di Ecoton dan belajar bikin laporan jurnalistik. Minta maaf ya kalau ada nama teman-teman di tulisan atau caption foto yang belum lengkap. Ternyata belajar verifikasi dan menanyakan ulang data narasumber itu butuh proses!

 

VIBES seru nan bermanfaat kembali mewarnai acara Surabaya River Fest 2026! Masuk hari ketiga, Rabu, 23 September 2026, kegiatannya masih berlokasi di tempat yang sama—mana lagi kalau bukan di Taman Suaka Ikan Ecoton.

Acara ini sukses bikin anak-anak SMA, MA, dan SMK geleng-geleng kepala saking hebohnya. Soalnya, mereka nggak cuma duduk manis dengerin teori, tapi diajak terjun langsung nguji kondisi air sampai “berburu” mikroplastik di sekitar Kali Surabaya. Seru banget!

Acara dibuka manis sama Kak Ayu Nabilla, MC langganan yang selalu sukses mencairkan suasana. Setelah itu, masuk ke materi inti yang dibawain sama bos lab Ecoton, Kak Rafika Aprilianti. Di sesi ini, fakta-fakta ngeri tentang bahaya plastik tak kasat mata mulai dibongkar.

BACA JUGA:  Menghentikan Metana, Menyelamatkan Kota dari Krisis Iklim

Ternyata, benda-benda di sekitar kita—kayak wadah plastik yang kepanasan, kantong kopi sachet, sampai teh celup—bisa jadi sumber mikroplastik! Kak Rafika juga ngejelasin jenis-jenisnya, mulai dari fiber (serat kain), fragment (pecahan plastik), film (plastik tipis/kresek), granula, sampai foam (styrofoam).

“Mikroplastik itu seperti magnet, semua kontaminasi, seperti logam berat dan racun-racun, diangkut oleh mikroplastik,” jelas Kak Rafika.

Nggak cuma tebak-tebakan, tapi langsung pake data! Momen seru peserta pas lagi sibuk ngukur kualitas air Kali Surabaya secara presisi. Keren parah aksinya! | Foto: Fully Syafi

#Aksi Lapangan: Dari Berburu Sampai Cek Laboratorium

Nggak cuma dengerin pemaparan, para peserta langsung dibagi ke beberapa kelompok buat eksekusi praktek di lapangan:

  Kelompok 1 (Biotilik)

  • Anggota: M. Nauval M.R (SMAN 1 Tarik) dan Jessicha Putri F (SMAN 1 Tarik).
  • Fokus Praktek: Ngamatin makroinvertebrata pakai teknik japping (taruh jaring di dasar sungai).
  • Hasil & Temuan Kunci: Nemu 35 individu (skor 14) dan belajar soal kelompok EPT yang sensitif banget sama perubahan kualitas air.

  Kelompok 2 (Uji Mikroplastik)

  • Anggota: Raffi Febrian (SMAN 1 Tarik), Nazuba Maya A (MA Raden Paku), Reza (MA Raden Paku), dan Salsa (MA Raden Paku).
  • Fokus Praktek: Uji 500 mL sampel air dari alur Kali Surabaya.
  • Hasil & Temuan Kunci: Nemu 27 partikel mikroplastik (dominan jenis fragment dan film). Terbukti airnya terkontaminasi!
Saatnya riset lapangan unjuk gigi! Momen para peserta Kali Surabaya Festival 2026 bedah temuan mikroplastik dan tumbuhan bantaran sungai depan temen-temen. Insightful parah! | Foto: Fully Syafi

  Kelompok 3 (Kualitas Air)

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

  • Anggota: Quinnsha C.A.Y (SMAN 1 Tarik).
  • Fokus Praktek: Cek water quality matters (pH, suhu, DO, dan TDS).
  • Hasil & Temuan Kunci: pH 7,4; suhu 29,3°C; TDS 254 mg/L. Tapi kadar DO cuma 0,1 mg/L—artinya oksigen terlarut drop banget akibat beban pencemaran dan pembusukan bahan organik!
BACA JUGA:  Skandal Limbah Daging Brantas: Warga Pertanyakan Kinerja DLH Jombang

  Kelompok 4 (Parameter Kimia & Warna)

  • Anggota: Natasya Septiya R (MA Raden Paku).
  • Fokus Praktek: Cek fosfat, chlorine, iron, dan Color of Water.
  • Hasil & Temuan Kunci: Chlorine 0,01; iron 0,08 (lewat batas min 0,05); dan angka Color of Water nembus 330 pas dibandingin sama aquades pakai alat HI727.

  Kelompok 5 (Daun & Bantaran Sungai)

  • Anggota: Zaki Farrel (MA Raden Paku), Leny Adelina S (MA Raden Paku), Zifana Aulia R (SMAN 1 Tarik), dan Queen Safitri R (SMAN 1 Wringinanom).
  • Fokus Praktek: Amati mikroplastik nempel di daun & pelajari fungsi tanaman bantaran.
  • Hasil & Temuan Kunci: Nemu partikel hitam dan biru di daun jati serta daun semak. Belajar fungsi pohon bantaran buat cegah banjir & peneduh.
Nggak cuma riset, tapi berani speak up! Pelajar tampil kompak menyampaikan hasil temuan kelompok soal kondisi Kali Surabaya. Kritis dan inspiratif banget! | Foto: Fully Syafi

#Kata Mereka Soal Keseruan Event Ini

Nggak heran kalau antusiasme para peserta pecah banget sepanjang hari. Pengalaman turun ke sungai secara langsung bikin mereka makin paham kalau menjaga Kali Surabaya itu bukan cuma tugas orang tua.

Happy banget, dapet pengetahuan baru bahwasanya kualitas air itu bisa diuji. Sungai itu penting dan harus ada ikannya!” tutur April peserta asal Tarik.

“Saya suka pas masukin sampel pakai alat HI727 buat tahu air tercemar atau enggak. Seru dan bikin excited!” timpal Natasya dari MA Raden Paku.

Saatnya yang muda yang bersuara! Nggak cuma turun ke sungai buat riset, pelajar-pelajar ini tampil pede mempresentasikan kondisi Kali Surabaya di depan audiens. Vibes-nya dapet, kritikalnya dapet! | Foto: Fully Syafi

“Ilmu mikroplastik dari Kak Rafika ini baru banget buat saya. Rasanya makin pengen balik ke sekolah terus sharing ke temen-temen sebaya,” kata Raffi Febrian dari SMAN 1 Tarik penuh semangat.

Peserta lain dari MA Raden Paku juga nambahin sambil tertawa, “Sangat senang karena bisa mempelajari hal baru dan bisa mencari partikel-partikel aneh!”

Melalui SURABAYA RIVER FEST 2026, para pelajar diajak buat nggak cuma paham teori di buku, tapi berani bertindak dan bawa perubahan nyata buat kelestarian sungai kita. Keren banget, kan?***

BACA JUGA:  Studi Kolaborasi Ecoton: Mikroplastik Menembus Sistem Biologis Tubuh Manusia

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) dan PT Petrokimia Gresik (Persero) melalui Program Petro Tirta.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *