Lewati ke konten

Tekan Sampah Kali Tebu, Warga Bulak Banteng Surabaya Dilatih Hierarki Zero Waste

| 4 menit baca |Kali Tebu | 2 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • Ecoton bersama DLH Kota Surabaya menggelar sosialisasi dan workshop Hierarki Zero Waste bagi 75 kader RW di Bulak Banteng untuk menekan pencemaran sampah di kawasan dekat Kali Tebu.
  • Acara dilaksanakan tanpa plastik sekali pakai, menggunakan nasi bungkus daun pisang dan gelas guna ulang untuk hidangan es sinom sebagai bentuk praktik langsung.
  • DLH Kota Surabaya menekankan bahwa Pilar Lingkungan memegang bobot penilaian tertinggi (35%) dalam ajang Kampung Pancasila yang diikuti RW Bulak Banteng.
  • Ecoton menegaskan pentingnya pemilahan sampah dari sumber rumah tangga agar tidak membebani TPS/TPA, serta konsistensi tahapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) secara berurutan.
  • Peserta dilatih mengolah sampah organik rumah tangga menggunakan komposter “Galon Kura” yang praktis dan murah, dilanjutkan dengan penyerahan unit komposter secara simboli.

LEMBAGA Kajian Konservasi dan Lahan Basah (Ecoton) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, menggelar kegiatan sosialisasi dan workshop Hierarki Pengelolaan Sampah atau Hierarki Zero Waste di Kelurahan Bulak Banteng, Kota Surabaya, pada Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang diikuti 75 peserta perwakilan kader dari setiap Rukun Warga (RW) tersebut dibuka secara resmi oleh Lurah Bulak Banteng, Matlilla, S.Kep.Ns., M.H., M.AP. Menurut Matlilla, pelatihan yang melibatkan peran aktif warga ini, merupakan komitmen bersama dalam mendorong pengurangan sampah, khususnya di kawasan yang berbatasan langsung dengan Kali Tebu.

“Ini adalah kegiatan yang kita bangun komitmennya secara bersama warga. Di mana kita tahu, wilayah Bulak Banteng merupakan kawasan paling dekat dengan Kali Tebu,” kata Matlilla dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (28/10/2026).

Komitmen pengurangan sampah tidak hanya disampaikan melalui materi, tetapi juga diwujudkan secara langsung dalam operasional acara. Panitia menerapkan prinsip zero waste event dengan tidak menghasilkan sampah plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.

BACA JUGA:  Dari Bayi Plastik sampai Hujan Mikroplastik: ECOTON Ajak Warga Jadi Peneliti di Festival Mbois - 10 ICCF 2025 di Malang Creative Center

Sajian konsumsi bagi peserta menggunakan nasi bungkus daun pisang, sementara hidangan minuman es sinom segar disajikan menggunakan gelas guna ulang.

“Praktik awal sudah kita lakukan dengan cara kegiatan ini. Kita tidak menggunakan wadah dari plastik sekali pakai dalam sajian konsumsi,” ujar Matlilla.

Lurah Bulak Banteng, Matlilla, menyampaikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi dan workshop Hierarki Pengelolaan Sampah atau Hierarki Zero Waste bersama Ecoton dan DLH Kota Surabaya. | Foto: Tonis Afrianto

Pilar Lingkungan Dominasi Program Kampung Pancasila

Dalam sesi pemaparan pertama, Pengendali Dampak Lingkungan Hidup sekaligus Staf Tim Kerja Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat DLH Kota Surabaya, Lina Pratiwi Rahmadewi, S.T., menjelaskan peran strategis Pilar Lingkungan dalam pelaksanaan program Kampung Pancasila Kota Surabaya.

Lina mengungkapkan bahwa Pilar Lingkungan memegang bobot penilaian terbesar dalam ajang tersebut. “Pilar lingkungan menjadi pilar dengan komposisi terbesar dalam pelaksanaan program Kampung Pancasila, yaitu sebanyak 35 persen. Kampung Pancasila merupakan program yang wajib diikuti oleh seluruh kelurahan atau RW di Kota Surabaya untuk dilombakan,” kata Lina.

Kelurahan Bulak Banteng tercatat menjadi salah satu wilayah dengan partisipasi perwakilan RW yang cukup banyak untuk berlaga dalam kompetisi tingkat kota tersebut.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Pengelolaan Desentralisasi dan Prinsip Hierarki Zero Waste

Pemateri kedua dari Ecoton, Tonis Afrianto, menekankan pentingnya pendekatan desentralisasi dalam sistem pengelolaan sampah perkotaan. Menurutnya, beban pengangkutan sampah ke tempat penampungan akhir harus ditekan melalui pemilahan sejak dari tingkat rumah tangga.

“Perlu adanya upaya pengelolaan sampah desentralisasi atau pengelolaan sampah yang dimulai dari sumber. Jadi tidak semua sampah dibebankan ke TPS atau TPA. Artinya, harus ada pengelolaan dari sumber sebelum dibawa ke tempat pembuangan,” tegas Tonis.

BACA JUGA:  Hari Sungai Internasional: Ecoton Minta Polisi Tindak Pelaku Pembuang Sampah Ilegal di Kali Tebu

Tonis juga memaparkan skema Hierarki Zero Waste sekaligus mempromosikan implementasi Kampung Mosaik. Ia mengingatkan peserta agar penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dilakukan secara berurutan dan terstruktur.

“Prinsip 3R itu tidak boleh dibolak-balik. Reduce, reuse, lalu recycle. Nah, ini adalah tahapan yang tidak boleh dibolak-balik karena kita berjalan mengikuti ritme dari atas ke bawah,” tambahnya.

Puluhan kader warga mengikuti sosialisasi dan workshop Hierarki Pengelolaan Sampah atau Hierarki Zero Waste yang digelar Ecoton bersama DLH Kota Surabaya di Kelurahan Bulak Banteng, Surabaya, Jumat (23/10/2026). | Foto: Tonis Afrianto

Praktek Pengomposan Galon Kura

Selain pembekalan teori, kegiatan dibekali dengan sesi praktik langsung pengolahan sampah organik skala rumah tangga yang dipandu oleh Galuh dari tim Ecoton. Para kader ibu-ibu PKK diperkenalkan dengan metode pengomposan “Galon Kura”—sebuah sistem pengolahan sampah organik yang terjangkau, praktis, dan mudah diterapkan di pekarangan rumah.

Rangkaian acara yang berlangsung interaktif tersebut ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan unit komposter Galon Kura secara simbolis yang diterima langsung oleh Ketua PKK Kelurahan Bulak Banteng.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *