Lewati ke konten

Dua Outlet Limbah Pabrik Kertas di Kali Surabaya Tunjukkan Perbedaan Kualitas Air

| 4 menit baca |Opini dan Cerita Mahasiswa | 2 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • Pengukuran menunjukkan kualitas air berubah di sekitar dua outlet limbah pabrik kertas meski masih memenuhi sebagian baku mutu.
  • Nilai DO pada beberapa titik belum memenuhi standar minimum, menandakan ketersediaan oksigen terlarut masih rendah.
  • TDS meningkat tajam di kedua outlet dibandingkan hulu, mengindikasikan tambahan padatan terlarut dari air buangan industri.
  • Seluruh parameter pH, suhu, dan TDS masih berada dalam batas baku mutu Kelas II nasional.
  • Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan berkala untuk menjaga kualitas ekosistem Kali Surabaya dari tekanan industri.

 

Penulis: Kirana Nur’Aini Prasasti merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Brawijaya. Artikel disusun sebagai bagian dari pemenuhan Program Studi Independen di Ecological Conservation and Wetlands Observation (ECOTON) selama periode 13 Juli-21 Agustus 2026.

 

Kualitas Air Berubah di Sekitar Outlet Limbah

Pengukuran kualitas air di Kali Surabaya pada dua outlet limbah pabrik kertas, yakni PT Dayasa Aria Prima dan PT Adiprima Suraprinta, menunjukkan adanya perbedaan karakteristik air antara titik hulu, outlet limbah, dan hilir.

Perbedaan paling mencolok terlihat pada parameter total dissolved solids (TDS) yang meningkat di kedua outlet, sementara kadar dissolved oxygen (DO) di beberapa titik masih berada di bawah baku mutu.

Pengukuran dilakukan menggunakan parameter suhu, pH, DO, dan TDS. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan baku mutu air sungai Kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 yang mengatur standar kualitas air untuk kegiatan rekreasi, budidaya ikan air tawar, peternakan, dan irigasi.

Berdasarkan ketentuan tersebut, pH harus berada pada kisaran 6–9, DO minimal 4 mg/L, TDS maksimal 1.000 mg/L, sedangkan suhu tidak boleh menyimpang lebih dari 3 derajat Celsius dari kondisi alaminya.

Di lokasi PT Dayasa Aria Prima, suhu air di outlet tercatat 29,6 derajat Celsius. Angka itu lebih tinggi dibandingkan titik hulu dan hilir yang sama-sama berada pada 27,8 derajat Celsius, namun masih berada dalam batas deviasi yang diperbolehkan.

Nilai pH di outlet mencapai 7,11, sedangkan hulu dan hilir masing-masing 7,72 serta 7,56. Seluruh hasil tersebut masih memenuhi baku mutu nasional untuk perairan Kelas II.

Pembangunan outlet dan intake industri memanfaatkan sempadan Kali Surabaya sebagai jalur pembuangan dan pengambilan air. | Foto: Kirana Nur’Aini Prasasti

#DO Rendah, TDS Naik di Dua Outlet

Parameter yang paling mendapat perhatian adalah kadar oksigen terlarut. Di sekitar PT Dayasa Aria Prima, nilai DO berkisar antara 3,6–3,8 mg/L, sedikit di bawah baku mutu minimum 4 mg/L.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan oksigen terlarut di lokasi tersebut belum optimal untuk mendukung fungsi ekologis perairan Kelas II. Rendahnya DO dapat memengaruhi kemampuan sungai menopang kehidupan organisme akuatik apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Sementara itu, nilai TDS di outlet PT Dayasa Aria Prima mencapai 575 ppm. Angka tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan titik hulu sebesar 274 ppm dan hilir sebesar 283 ppm, meski masih jauh di bawah batas maksimum 1.000 mg/L.

Pola serupa juga ditemukan di outlet PT Adiprima Suraprinta. Suhu air di outlet tercatat 27,5 derajat Celsius, sedangkan titik hulu dan hilir masing-masing 27,9 derajat Celsius dan 28,1 derajat Celsius.

Nilai pH berada pada rentang 7,20–7,83 sehingga seluruh titik memenuhi baku mutu. Pada parameter DO, outlet mencatat 4,2 mg/L dan hilir 4,0 mg/L, sedangkan titik hulu berada di angka 3,9 mg/L atau sedikit di bawah ambang batas minimum.

TDS di outlet PT Adiprima Suraprinta mencapai 608 ppm. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan hulu sebesar 271 ppm dan hilir sebesar 256 ppm, namun tetap memenuhi baku mutu nasional.

Outlet membuang air limbah langsung ke badan Kali Surabaya untuk selanjutnya bercampur dengan aliran sungai. | Foto: Kirana Nur’Aini Prasasti

#Pemantauan Berkala Tetap Diperlukan

Secara keseluruhan, hasil pengukuran memperlihatkan bahwa parameter suhu, pH, dan TDS pada kedua outlet limbah masih memenuhi baku mutu air sungai Kelas II berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021. Namun demikian, kondisi DO pada beberapa titik masih memerlukan perhatian karena belum seluruhnya mencapai batas minimum yang dipersyaratkan.

Hasil pengukuran juga menunjukkan adanya peningkatan TDS yang konsisten di kedua outlet dibandingkan kondisi hulu dan hilir. Temuan tersebut mengindikasikan adanya tambahan padatan terlarut yang berasal dari air buangan industri, meskipun konsentrasinya masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.

Data ini menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap baku mutu tidak hanya perlu dilihat dari satu parameter, tetapi juga dari kecenderungan perubahan kualitas air di sekitar titik pembuangan. Pemantauan secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan aktivitas industri tidak menurunkan kualitas ekosistem Kali Surabaya dalam jangka panjang.

Selain itu, evaluasi rutin terhadap parameter DO dan TDS dapat menjadi indikator awal dalam mendeteksi perubahan kondisi sungai. Dengan pemantauan yang berkesinambungan, potensi penurunan kualitas lingkungan dapat diidentifikasi lebih dini sehingga upaya pengelolaan dan pengendalian pencemaran dapat dilakukan secara lebih efektif.***

Gresik, 17 Juli 2026

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *