- Jurnalis Didaktika UNJ sabet Ahmad Taufik Award 2026 lewat laporan investigasi tambang Karawang.
- Bongkar isu tambang Karawang, jurnalis kampus UNJ raih penghargaan bergengsi dari AJI Indonesia.
- Kalahkan ratusan kandidat, karya investigasi persma UNJ dinobatkan sebagai yang terbaik oleh AJI.
- Dari pers kampus ke panggung nasional, persma UNJ menangkan Ahmad Taufik Award 2026.
- AJI anugerahi Ahmad Taufik Award 2026 untuk laporan investigasi tambang karya jurnalis UNJ.
JURNALIS Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Didaktika Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Lalu Adam Farhan, meraih Ahmad Taufik Award 2026 yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.
Penghargaan diumumkan dalam puncak perayaan HUT ke-32 AJI di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat (7/8/2026). Adam dinobatkan sebagai pemenang utama melalui laporan investigasi berjudul “Geliat Operasi Tambang di Kawasan Lindung Karawang Selatan”.
Karyanya terpilih sebagai yang terbaik setelah bersaing dengan hampir 100 karya yang dikirimkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Ketua Divisi Pendidikan AJI Indonesia sekaligus salah satu anggota dewan juri, Sunudyantoro, mengatakan karya Adam menonjol karena menggunakan pendekatan jurnalisme investigatif yang kuat dan didukung penyajian visual.
“Ahmad Taufik Award tahun ini AJI berikan kepada jurnalis pers mahasiswa yang menulis dengan sangat bagus, menggunakan pendekatan jurnalisme investigatif, serta didukung dengan foto dan infografis menarik,” ujar Sunudyantoro seperti dikutip dari laman AJI, Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja jurnalistik pers mahasiswa yang mampu mengangkat persoalan publik melalui laporan mendalam.
Nama penghargaan tersebut diambil dari Ahmad Taufik, salah satu deklarator AJI yang mengawali perjalanan jurnalistiknya melalui pers kampus di Universitas Islam Bandung. Ia kemudian berkarier di Majalah Tempo dan turut memperjuangkan kebebasan pers ketika berhadapan dengan pembredelan pada masa Orde Baru.
Ahmad Taufik Award mulai digunakan secara resmi pada 2026, menggantikan nama Persma Award yang telah digunakan sejak 2022.
WhatsApp Channel · TitikTerang
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu. TitikTerang hadir di WhatsApp
#Tiga Karya Terbaik
Proses penjurian dilakukan oleh tiga pengurus nasional AJI Indonesia, yakni Sunudyantoro, Winahyu Dwi Utami, dan Dian Yuliastuti.
Dari seluruh karya yang masuk, dewan juri menetapkan tiga karya terbaik. Sesuai ketentuan penghargaan, piala hanya diberikan kepada pemenang pertama, sedangkan peringkat kedua dan ketiga memperoleh sertifikat penghargaan.
Peringkat kedua diraih Tiara Karina dari LPM INTR-O FISIP Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, melalui laporan berjudul “Denyut Lumbung Nanas di Tepi Barito”.
Sementara itu, peringkat ketiga diraih tim Suara Mahasiswa (Suma) Universitas Indonesia, Dela Srilestari dan Naswa, lewat karya “Menyusuri Air yang Dibunuh”.
Penghargaan sekaligus menempatkan pers mahasiswa pada ruang yang lebih luas dalam ekosistem jurnalistik nasional. Dari lingkungan kampus, membawa isu lingkungan dan persoalan publik ke panggung penghargaan jurnalistik yang diselenggarakan organisasi profesi wartawan.***