Lewati ke konten

Restorasi Ekosistem Kali Surabaya Bersama BBWS Brantas, PJT I, dan Ecoton Diwarnai Lomba Lukis Kepedulian Sungai

| 5 menit baca |Ide | 1 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Supriyadi Editor: Fio Atmadja
  • BBWS Brantas, PJT I, dan Ecoton melepas benih ikan lokal di Kali Surabaya, menggabungkan restorasi ekosistem dengan edukasi lingkungan melalui lomba melukis siswa.
  • Ratusan siswa mewarnai kepedulian terhadap Kali Surabaya melalui lomba lukis dan pelepasan benih ikan, sekaligus mengenal ancaman pencemaran terhadap ekosistem sungai setempat.
  • Pelepasan benih ikan wader di Wringinanom menjadi ruang belajar siswa tentang sungai, setelah lomba melukis mengajak mereka merekam kondisi Kali Surabaya melalui karya.
  • Restorasi Kali Surabaya melibatkan siswa dalam aksi pelepasan ikan lokal dan lomba melukis, namun kegiatan juga mengungkap keterbatasan pengetahuan tentang ekosistem sungai.
  • Di bantaran Kali Surabaya, siswa belajar mengenal ikan lokal melalui pelepasan benih, sementara karya lukisan mereka merekam kepedulian terhadap sungai yang tercemar.

 

UPAYA memulihkan ekosistem Kali Surabaya terus digalakkan melalui aksi nyata. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan PJT I menggandeng Ecoton menggelar aksi pelepasan benih ikan lokal di bantaran Kali Surabaya, Wringinanom. Kegiatan edukatif ini melibatkan ratusan siswa sekolah dasar hingga menengah atas dari wilayah sekitar pada Jumat, 11 September 2026.

Kegiatan pelestarian sungai ini dikemas melalui kolaborasi lomba melukis dan pelepasan benih ikan endemik. Para siswa tampak antusias saat melepaskan bibit ikan wader ke aliran sungai. Aksi ini bertujuan membangkitkan kepedulian generasi muda terhadap ancaman pencemaran limbah industri.

Namun, kegiatan di lokasi menunjukkan masih adanya keterbatasan pemahaman dasar siswa terkait ekosistem sungai. Banyak peserta belum mengenali jenis ikan lokal maupun istilah ilmiah lingkungan. Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik di kawasan pesisir sungai.

Para siswa menunjukkan hasil lomba poster bertema kepedulian terhadap Kali Surabaya bersama para pemenang di Wringinanom. | Foto: Supriyadi

#Ketidaktahuan Ikan Lokal dan Ancaman Pencemaran Industri

Salah satu guru matematika yang turut mendampingi muridnya, Verga, mengatakan kehadiran mereka setelah menerima undangan resmi dari Ecoton. Ia menyampaikan bahwa kehadiran pihak sekolah adalah bentuk dukungan terhadap acara launching pelepasan benih ikan tersebut.

BACA JUGA:  ECOTON Sindir Pemkot Malang: Sungai Brantas Bau Busuknya Sama dengan Kebijakannya

Pelepasan ikan lokal ini menjadi pengalaman berharga sekaligus sarana edukasi bagi para siswa. Seorang peserta didik, Savana, menceritakan pengalamannya melepaskan bibit ikan wader berukuran kecil ke aliran sungai. Savana mengaku baru mengetahui keberadaan istilah ikan lokal saat mengikuti rangkaian kegiatan ini.

“Saya baru tahu kalau ada istilah ikan lokal,” ujar Savana polos di lokasi kegiatan.

Ia juga mengaku belum pernah merasakan atau mengonsumsi ikan wader sepanjang hidupnya. Kondisi ini memperlihatkan dampak pencemaran limbah industri pabrik di sekitar sekolah yang mengancam populasi biota air endemik. Bahkan, Verga sendiri awalnya belum familiar dengan penggunaan istilah ikan endemik untuk anak-anak.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh para guru pendamping dari sekolah sekitar bantaran sungai. Guru SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, Choirun Nisa, berharap kegiatan pelepasan ikan ini dapat membangkitkan kesadaran para siswa secara berkelanjutan.

“Harapannya anak-anak bisa semakin peduli terhadap lingkungan dan sungai yang ada di sekitar lingkungan sekolah mereka,” tutur Nisa.

Suasana lomba melukis bertema Kali Surabaya diikuti siswa dari berbagai sekolah di Wringinanom. | Foto: Supriyadi

#Seni Melukis Sungai dan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini

Keindahan dan kerentanan Kali Surabaya dituangkan para siswa melalui kompetisi melukis. Pihak sekolah mengarahkan bakat seni murid untuk merekam kondisi alam sekitar. Pelajar tingkat sekolah dasar diajak mengekspresikan kepedulian lingkungan melalui goresan warna.

Siswa kelas lima MI Darunnajah Lebanisuko, Arsy Cinta Azzalea, berhasil meraih juara pertama lomba melukis. Arsy mengaku telah menyukai seni mewarnai sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Ia mengabadikan visual Kali Surabaya berdasarkan pengamatan serta bimbingan gurunya.

Rekan satu sekolahnya, Faiha Alecia Figlia Fandwinata, berhasil menyabet gelar juara ketiga lomba melukis. Faiha yang belajar melukis sejak usia balita mengaku prihatin dengan kondisi sungai saat ini. Ia tidak pernah merasakan pengalaman mandi di aliran Kali Surabaya karena pencemaran.

Meski demikian, murid-murid tersebut selama ini belum pernah diajak beraktivitas langsung di tepi sungai. Guru pendamping MI Darunnajah menyatakan bahwa kegiatan luar ruangan di area sungai masih dalam tahap perencanaan. Pihak sekolah berencana menggandeng Ecoton untuk memaksimalkan program sekolah adiwiyata.

Siswa melepas benih ikan ke aliran Kali Surabaya sebagai bagian dari edukasi dan pemulihan ekosistem sungai. | Foto: Supriyadi

#Implementasi Edukasi Ekologi dan Daftar Pemenang Lomba

Upaya penyelamatan sungai diimbangi dengan pembentukan karakter ramah lingkungan di area sekolah. Manajemen sekolah mulai menerapkan aturan ketat pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai. Langkah ini dilakukan guna mencegah penumpukan limbah padat yang berpotensi mencemari sungai.

Kepala MI Darunnajah Lebanisuko, Ahmad Zainuddin, menjelaskan bahwa sekolahnya telah menerapkan program diet plastik. Pihak sekolah melarang murid membuang sampah sembarangan di lingkungan sekolah. Siswa diwajibkan membawa botol minum sendiri dari rumah masing-masing.

“Sampah yang dihasilkan anak-anak adalah tanggung jawab mereka masing-masing,” kata Zainuddin saat ditemui di lokasi kegiatan.

Untuk mendukung gerakan tersebut, pihak sekolah menyediakan fasilitas galon air mineral di setiap kelas. Kerjasama dengan Ecoton juga telah dilakukan melalui edukasi pemilahan sampah dan pembenihan ikan. Edukasi langsung dinilai efektif membentuk generasi muda yang tanggap lingkungan.

Berikut adalah daftar lengkap pemenang lomba lingkungan hidup Kali Surabaya:

Kategori Sekolah Dasar (SD/MI):

  • Juara 1: Arsy Cinta Azzalea (MI Darunnajah Lebanisuko)
  • Juara 2: Alya Zahira Az-Zuhrih (SDIT Yaa Bunayya)
  • Juara 3: Faiha Alecia Figlia Fandwinata (MI Darunnajah Lebanisuko)
  • Juara Harapan 1: Elza Aurelia Stefan (UPT SDN 192 Gresik)
  • Juara Harapan 2: Khanza Aulia Shafira (SD Muhammadiyah 1 Wringinanom)
BACA JUGA:  Yuk! Tengok Aksi Nyata Pelajar dan Mahasiswa Tanam Pohon Lewat Program JAPRI

Kategori Sekolah Menengah (SMA/SMK/MA):

  • Juara 1: SMAN 1 Driyorejo
  • Juara 2: SMAN 1 Wringinanom
  • Juara 3: MA Raden Paku
  • Juara Harapan 1: SMKN 1 Driyorejo
  • Juara Harapan 2: SMA 1 Tarik ***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *