Lewati ke konten

Yuk! Tengok Aksi Nyata Pelajar dan Mahasiswa Tanam Pohon Lewat Program JAPRI

| 7 menit baca |Advertisement | 55 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Fildza Sabrina Vansyachroni, Indah Dwi Nur Aulia Editor: Supriyadi
Terverifikasi Bukti

Bersama JAPRI, pelajar dan mahasiswa mengubah bantaran Kali Surabaya menjadi ruang belajar tentang tanggung jawab ekologis.

Langit cerah menyelimuti bantaran Kali Surabaya di Kecamatan Wringinanom, Gresik, Sabtu (10/1/2026). Udara pagi yang segar menyambut langkah puluhan siswa SMA Al Muslim Sidoarjo yang menyusuri tepi sungai sambil memanggul cangkul kecil dan bibit pohon. Di kawasan yang menjadi pusat kegiatan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) itu, belajar tak lagi dibatasi dinding kelas.

Pelajar dan mahasiswa menanam pohon buah di bantaran Kali Surabaya sebagai wujud aksi nyata menjaga lingkungan. | Dokumentasi Ecoton

Sebanyak 21 kader Adiwiyata SMA Al Muslim mengikuti kegiatan penanaman pohon dalam rangka Gerakan Menanam Satu Juta Pohon yang digagas Ecoton bekerjasama dengan PT Petrokimia Gresik. Aksi ini menjadi bagian dari JAPRI (Jaga Pohon Rawat Indonesia), sekaligus peringatan Hari Sejuta Pohon yang dikemas melalui pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (10–11 Januari 2026).

Bagi para siswa, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Mereka diajak memahami peran penting vegetasi bantaran sungai sebagai penyangga ekosistem, pengendali erosi, sekaligus penjaga kualitas air dari hulu hingga hilir. Setiap bibit yang ditanam menjadi pengingat bahwa sungai hidup berdampingan dengan manusia.

Beragam jenis pohon buah ditanam dalam kegiatan ini, mulai dari mangga, durian, belimbing, jambu darsono, sukun, hingga nangka. Kehadiran tanaman-tanaman tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi ekologis bantaran sungai, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

#Belajar Lingkungan di Luar Ruang Kelas

Sebagai sekolah berpredikat Adiwiyata, SMA Al Muslim Sidoarjo menempatkan pendidikan lingkungan hidup sebagai bagian dari pembentukan karakter. Penanaman pohon bersama Ecoton menjadi sarana menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam praktik nyata.

Guru SMA Al Muslim, Anastasya Febrina, menuturkan bahwa kepedulian lingkungan tidak cukup disampaikan secara teoritis. Siswa, menurut dia, perlu terlibat langsung agar tumbuh rasa memiliki terhadap alam.

Menanam pohon, menanam tanggung jawab—pelajar dan mahasiswa bergerak bersama menjaga sungai. | Dokumentasi Ecoton

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi mengalami sendiri proses menjaga lingkungan. Dari situ, muncul kesadaran dan tanggung jawab,” ujarnya.

Para siswa terlibat sejak awal kegiatan, mulai dari mengenali lokasi tanam, menggali lubang, menempatkan bibit, hingga menutup tanah kembali. Proses sederhana itu menjadi pengalaman berharga, terutama bagi peserta yang baru pertama kali menanam pohon di bantaran sungai.

Firman, salah satu siswa SMA Al Muslim, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Ini pengalaman pertama saya menanam pohon langsung di alam. Saya jadi tahu kalau menjaga lingkungan itu perlu usaha, bukan sekadar bicara,” katanya.

Menurut Anastasya, pengalaman langsung di lapangan diharapkan mampu membangun kepekaan siswa terhadap persoalan lingkungan di sekitar mereka. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi diterapkan di sekolah dan kehidupan sehari-hari.

#Kolaborasi Lintas Generasi Menjaga Sungai

Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Jember (UNEJ), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), dan UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Kehadiran mahasiswa menghadirkan suasana belajar lintas generasi.

Di sela-sela kegiatan, percakapan hangat mengalir antara siswa SMA dan mahasiswa. Mereka berdiskusi tentang kondisi Kali Surabaya, pentingnya vegetasi bantaran, hingga tantangan pencemaran sungai yang masih terjadi.

Staf Ecoton mendampingi kegiatan dengan memberikan penjelasan mengenai fungsi ekologis bantaran sungai serta jenis pohon yang sesuai untuk kawasan lahan basah. Penanaman pohon di kawasan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas tanah, meningkatkan daya resap air, dan mendukung keberlangsungan biota sungai.

Perwakilan Ecoton menekankan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan kerja bersama. Kolaborasi sekolah, komunitas konservasi, dan perguruan tinggi menjadi contoh bagaimana kepedulian terhadap alam dapat dibangun secara kolektif dan berkelanjutan.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel
Aksi JAPRI mempertemukan pelajar, mahasiswa, dan pegiat lingkungan dalam gerakan menanam pohon. | Dokumentasi Ecoton

#Ahad untuk Merawat yang Telah Ditanam

Kegiatan tidak berhenti pada penanaman. Pada Ahad (11/1/2026), fokus kegiatan diarahkan pada penyiraman dan perawatan awal bibit. Aktivitas ini dilakukan oleh mahasiswa yang sedang menjalani program studi independen di Ecoton.

Penyiraman dilakukan sejak pagi untuk memastikan bibit mendapatkan cukup air dan mampu beradaptasi dengan kondisi bantaran sungai. Perawatan awal ini menjadi tahapan penting agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Melalui kegiatan dua hari ini, peserta diajak memahami bahwa menanam pohon bukan sekadar menancapkan bibit ke tanah. Merawat dan memastikan keberlanjutan hidup tanaman merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pelestarian lingkungan.

Dengan mengusung slogan “Jaga Pohon, Rawat Indonesia”, kegiatan ini menegaskan bahwa pelestarian lingkungan dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Bagi kader Adiwiyata SMA Al Muslim, pengalaman di bantaran Kali Surabaya menjadi pelajaran bahwa menjaga bumi tidak cukup dengan janji, melainkan membutuhkan tindakan nyata yang berkelanjutan.

Kami belajar banyak tentang pentingnya menjaga populasi makhluk hidup dan menambah cadangan air tanah melalui aksi menanam pohon. Semangat mengabdi dan berbagi ilmu untuk bumi yang lebih baik! | Foto: Dikumentasi Ecoton

#6 Manfaat Menanam Pohon

  • Mencegah polusi air Jika banyak pohon yang ditanam, maka air hujan yang turun akan tersaring dan mampu meresap ke dalam tanah. Dengan begitu, air tidak akan mencemari laut.
  • Menjaga populasi makhluk hidup Satu batang pohon bisa menjadi rumah dan pusat makanan bagi berbagai jenis burung, serangga, tupai, jamur, dan pohon/tumbuhan-tumbuhan lainnya.
  • Mencegah banjir Mencegah banjir adalah tanggung jawab kita semua. Anda bisa memulainya dengan langkah-langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mulai menanam pohon setidaknya di halaman rumah sendiri. Upaya ini dapa[t] membantu meresapnya air hujan ke dalam tanah saat kita mengalami kehujanan atau curah hujan yang tinggi.
  • Mengurangi dampak perubahan iklim Salah satu penyebab pemanasan global saat ini adalah banyaknya karbon dioksida di atmosfer. Pohon dapat menyerap karbon dioksida tersebut dan memberikan oksigen untuk kelangsungan hidup manusia. Setidaknya satu pohon besar dapat memasok oksigen untuk 2-10 orang per hari.
  • Menambah cadangan air tanah Pohon bisa menampung air hujan maupun air di dalam tanah agar tidak terlalu cepat menguap. Akibatnya, cadangan air tanah pohon tetap terjaga. Selain itu, pohon hanya mengambil air yang ada di dalam tanah secukupnya, sehingga kita tidak perlu merasa khawatir ketersediaan air tanah akan berkurang.
  • Mencegah erosi tanah Menanam pohon dapat mencegah terjadinya erosi atau pengikisan tanah yang disebabkan oleh angin maupun hujan. Hal ini dikarenakan akar pohon akan mengikat tanah dan daunnya akan menyangga tanah dari air hujan yang turun secara langsung. ***

 

 

*) Fildza Sabrina Vansyachroni dan Indah Dwi Nur Aulia merupakan pendiri komunitas replast_genz serta mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Penyuluhan, Fakultas Pertanian, Universitas Jember. Keduanya saat ini menjalani studi independen di Ecological Conservation and Wetlands Observation (Ecoton) dan berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

 

Tentang Reduce Plastic with GenZ Movement (Replast_GenZ) merupakan sebuah komunitas yang digagas oleh generasi muda sebagai ruang gerak bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dari ancaman plastik sekali pakai. Komunitas ini lahir dari kesadaran bahwa permasalahan sampah plastik tidak dapat diselesaikan secara individual, melainkan membutuhkan aksi kolektif yang berkelanjutan.

Melalui berbagai kegiatan edukasi, kampanye, dan aksi nyata di lapangan, Replast_GenZ mengajak generasi muda untuk mengubah pola konsumsi, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mulai beralih pada gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Komunitas ini menekankan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Anggota Replast_GenZ terdiri dari para mahasiswa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan, yaitu:

  1. Dewi Puspita Sari
  2. Febriani Marsha Dwi Hardianti
  3. Fildza Sabrina Vansyachroni
  4. Indah Dwi Nur Aulia
  5. Vika Anjani

Dengan semangat kolaborasi dan peran aktif generasi Z, Replast_GenZ berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam mengurangi dampak plastik sekali pakai serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *