- KSM Desa Balongmendo belajar pengelolaan sampah ke ECOTON. Kegiatan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan sampah dan sanitasi lingkungan.
- Pengelolaan sampah masih menjadi tantangan desa. Pertumbuhan permukiman dan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat menjadi tantangan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
- Peserta belajar pemilahan sampah dari sumber. Materi mencakup pemilahan sampah, ekonomi sirkular (circular economy), gaya hidup Zero Waste, serta konsep Zero Waste Cities.
- Ilmu dari ECOTON akan diterapkan di Balongmendo. Ketua KSM Muhammad Subekti berkomitmen membawa pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan kesadaran dan pengelolaan sampah di desa.
- KSM berkomitmen membangun pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi dan pertukaran pengetahuan untuk mewujudkan Desa Balongmendo yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Penulis: Karina Sandra Pramudita, siswa kelas 11 SMK Negeri 1 Cerme Gresik yang sedang menjalani magang di ECOTON pada 29 Juni–31 Oktober 2026.
Tulisan ini merupakan hadiah kecil dari Karina untuk khalayak, sekaligus ungkapan terima kasih kepada ECOTON yang telah memberikan ruang belajar, pengalaman, dan bimbingan selama menjalani masa magang. Dari yang awalnya belajar tentang sungai melalui buku teks, Karina kini berkesempatan terjun langsung mengenal sungai, lingkungan, dan kehidupan di dalamnya.
KELOMPOK Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Balongmendo, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, melakukan kunjungan dan pembelajaran bersama ECOTON untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah dan sanitasi lingkungan, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KSM mencari solusi atas persoalan sampah yang dihadapi masyarakat desa. Tantangan tersebut semakin kompleks seiring pertumbuhan permukiman dan kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kondisi pengelolaan sampah di Indonesia, pentingnya pemilahan sampah dari sumber, konsep ekonomi sirkular (circular economy), hingga penerapan gaya hidup Zero Waste.
ECOTON juga memperkenalkan tahapan penerapan program Zero Waste Cities serta berbagai aspek yang diperlukan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.
“Alhamdulillah, pada hari ini kami bisa mengadakan kegiatan di ECOTON dalam rangka penanganan masalah sampah. Karena masalah sampah itu sangat penting dan perlu penanganan. Zaman semakin berkembang, permukiman semakin padat, tetapi kesadaran warga justru semakin menurun.

Dorong Pemilahan Sampah dari Sumber
Ketua KSM Desa Balongmendo, Muhammad Subekti, mengatakan persoalan sampah dan sanitasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, perkembangan zaman dan semakin padatnya permukiman harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran warga terhadap dampak lingkungan.
“Alhamdulillah, pada hari ini kami bisa mengadakan kegiatan di ECOTON dalam rangka penanganan masalah sampah. Karena masalah sampah itu sangat penting dan perlu penanganan. Zaman semakin berkembang, permukiman semakin padat, tetapi kesadaran warga justru semakin menurun,” ungkap Muhammad Subekti.
WhatsApp Channel · TitikTerang
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu. TitikTerang hadir di WhatsApp
Ia mengakui, pengelolaan sampah di Desa Balongmendo saat ini masih belum maksimal. Karena itu, pembelajaran bersama ECOTON diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan baru yang bisa diterapkan di lingkungan desa.
“Pada hari ini kami mendapatkan pencerahan, ilmu, dan pemaparan dari ECOTON. Ke depannya, ilmu ini akan kami bawa dan terapkan di desa untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga dan merawat lingkungan. Karena hal ini juga berkaitan dengan kehidupan anak cucu kita nantinya,” tambahnya.
Menurut Subekti, pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi diharapkan dapat diterapkan secara bertahap di tengah masyarakat.
“Kami akan terus belajar, sampai kapan pun, hingga mendapatkan hasil yang maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.”

Ilmu dari ECOTON Akan Diterapkan di Desa
Sebagai tindak lanjut, KSM Desa Balongmendo berkomitmen untuk terus belajar dan mengembangkan sistem pengelolaan sampah agar dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami akan terus belajar, sampai kapan pun, hingga mendapatkan hasil yang maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat banyak,” tutup Subekti.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara KSM Desa Balongmendo dan ECOTON. Pengetahuan mengenai pemilahan sampah dari sumber, ekonomi sirkular, Zero Waste, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan di tingkat desa.
Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk mendorong terciptanya lingkungan Desa Balongmendo yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.***