Lewati ke konten

Aksi JAPRI, Siswa dan Mahasiswa Tanam Pohon di Bantaran Kali Surabaya

| 4 menit baca |Advertisement | 22 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Amalia Fibrianty Editor: Supriyadi
Terverifikasi Bukti

Puluhan siswa dan mahasiswa menanam pohon di bantaran Kali Surabaya demi menjaga air dan lingkungan.

Upaya menjaga kelestarian sungai kembali digaungkan melalui kolaborasi lintas generasi. Puluhan siswa SMA, mahasiswa, dan pegiat lingkungan dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) bekerjasama denag PT Petrokimia Gresik, menggelar aksi penanaman pohon di bantaran Kali Surabaya, Gresik, Jawa Timur, Sabtu – Ahad (10 – 11/1/2026).

Senyum dan semangat peserta JAPRI usai menanam pohon di bantaran Kali Surabaya, menandai komitmen bersama merawat alam. | Foto: Ecoton

Aksi bertajuk JAPRI (Jaga Pohon Rawat Indonesia) ini melibatkan siswa SMA Al Muslim Sidoarjo, mahasiswa Universitas Jember (UNEJ), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), serta Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap ancaman degradasi lingkungan, khususnya di wilayah sungai.

Sejak Sabtu – Ahad ini, peserta terlihat bergotong royong membersihkan lahan bantaran sungai, menggali lubang tanam, serta menyiapkan bibit pohon. Suasana penuh semangat menyelimuti lokasi kegiatan, diiringi sorak penyemangat dari para peserta yang terlibat.

#Menjaga Jantung Air Surabaya

Pemilihan bantaran Kali Surabaya sebagai lokasi penanaman bukan tanpa alasan. Sungai ini merupakan salah satu anak Sungai Brantas yang memiliki peran strategis sebagai sumber air bagi jutaan warga di wilayah Mojokerto, Surabaya, dan Sidoarjo.

Pembina Ecoton, Prigi Prisandi, mengatakan Kali Surabaya menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di Jawa Timur. Menurut dia, kondisi bantaran sungai yang minim vegetasi berisiko mempercepat erosi serta menurunkan kualitas air.

“Kali Surabaya adalah bagian penting dari sistem Sungai Brantas. Menjaga bantaran sungai berarti menjaga sumber kehidupan bagi tiga kabupaten/kota besar,” ujar Prigi di sela kegiatan.

Sebanyak 20 bibit pohon ditanam dalam kegiatan ini, terdiri atas berbagai jenis pohon buah berkayu seperti alpukat, mangga, nangka, sukun, dan belimbing. Jenis pohon tersebut dipilih karena memiliki akar kuat dan kanopi lebat yang mampu menahan tanah sekaligus menyerap air secara optimal.

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, Meir Tsabita Rihadatul Aisy, menjelaskan vegetasi di bantaran sungai berfungsi sebagai filter alami. Akar pohon membantu menyaring polutan sebelum masuk ke aliran sungai serta berperan dalam menjaga ketersediaan air bersih.

“Pohon berkayu dengan akar tunggang mampu menyerap dan menyimpan air dengan baik. Ini penting untuk menjaga kualitas air sungai,” kata Meir.

Aksi nyata dua mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Meir Tsabita Rihadatul Aisy (berkerudung cokelat) dan Lutfiyatul Maghfiroh (berkerudung hitam), saat turun langsung ke tanah untuk menanam bibit pohon. | Foto: Ecoton

#Kolaborasi Lintas Generasi untuk Lingkungan

Kegiatan JAPRI tidak hanya dimaknai sebagai aksi tanam pohon, melainkan juga ruang pembelajaran lintas generasi. Mahasiswa dan siswa saling berinteraksi, berbagi pengetahuan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Mahasiswa Universitas Jember dan Universitas Trunojoyo Madura terlihat aktif mendampingi para siswa dalam proses penanaman. Mereka menjelaskan fungsi ekologis pohon serta dampak jangka panjang dari kerusakan lingkungan.

Menurut Prigi, keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan gerakan lingkungan. Menanam pohon sejak dini diharapkan mampu membangun ikatan emosional antara anak muda dengan alam sekitarnya.

“Ketika anak-anak dan mahasiswa terlibat langsung, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan tanggung jawab merawat lingkungan,” ujarnya.

Ecoton menilai kolaborasi semacam ini penting untuk memperluas gerakan konservasi berbasis masyarakat. Aksi sederhana seperti penanaman pohon dapat menjadi pintu masuk bagi kesadaran lingkungan yang lebih luas.

Peserta aksi JAPRI menanam pohon belimbing bersama di bantaran Kali Surabaya sebagai upaya menjaga kelestarian sungai. | Foto: Ecoton

#Bukan Sekadar Menanam, Tetapi Merawat Kehidupan

Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, Eka Febriana Puji Lestari, menyebut menanam pohon merupakan investasi jangka panjang bagi kehidupan. Satu pohon, kata dia, dapat menjadi sumber kehidupan bagi banyak makhluk hidup.

“Dengan menanam satu pohon, kita memberi manfaat bagi manusia, hewan, dan lingkungan sekitar,” ujar Eka.

Bagi siswa SMA Al Muslim Sidoarjo, kegiatan ini menjadi pengalaman awal mengenal isu lingkungan secara langsung. Guru pendamping SMA Al Muslim Sidoarjo, Anashtasya, menilai kegiatan tersebut efektif menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini.

“Ini pelajaran awal agar anak-anak memahami pentingnya menjaga alam dan sungai sebagai sumber kehidupan,” katanya.

Melalui aksi JAPRI, para peserta berharap kegiatan ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk turut menjaga kelestarian sungai. Menjaga pohon berarti merawat Indonesia, dan merawat sungai berarti menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *