ECOTON mengajak warga Surabaya mengumpulkan sampel air hujan dari rumah masing-masing untuk diperiksa kadar mikroplastiknya. Inisiatif ini menjadi bagian dari pameran dan talkshow yang menyoroti ancaman tersembunyi partikel plastik yang kian meningkat di lingkungan dan tubuh manusia.
#Ancaman Mikroplastik yang Kian Nyata di Rumah Warga
ECOLOGICAL Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) kembali memperluas gerakan edukasi publik soal bahaya mikroplastik dengan mengajak warga Surabaya berpartisipasi langsung dalam penelitian sederhana yang dilakukan dalam rangka pameran dan talkshow “The Invisible Threats of Microplastic” di Universitas Airlangga, Jumat 28 November 2025.
Melalui ajakan ini, masyarakat diminta membawa sampel air hujan dari rumah masing-masing untuk dianalisis bersama menggunakan mikroskop. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperlihatkan bahwa ancaman mikroplastik bukan hanya isu global yang terjadi jauh dari kehidupan sehari-hari, melainkan sudah menyentuh hal paling dasar, air yang turun dari langit.
Untuk mendapatkan sampel yang akurat, warga dihimbau menampung air hujan menggunakan wadah kaca atau stainless, tanpa material plastik agar tidak menambah kontaminasi. Wadah harus diletakkan di tempat terbuka tanpa halangan dan berada sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah agar tidak tercampur debu atau tanah.
Setelah hujan turun, peserta cukup mengumpulkan sekitar satu liter air dan menyimpannya dalam toples kaca atau tumbler stainless. Sampel inilah yang kemudian dibawa ke booth ECOTON untuk dianalisis bersama aktivis dan peneliti. Pendekatan partisipatif seperti ini memungkinkan warga melihat langsung kondisi lingkungan melalui bukti nyata yang mereka kumpulkan sendiri.

WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel#Dorongan Adaptasi Kebijakan dan Edukasi Publik
Inisiatif pengumpulan sampel air hujan ini menjadi sinyal semakin mendesaknya perlindungan lingkungan dari kontaminasi mikroplastik, yang jumlahnya terus meningkat akibat tingginya konsumsi dan pembuangan plastik sekali pakai.
Berbagai penelitian juga menunjukkan mikroplastik telah ditemukan dalam udara, tanah, air minum, bahkan jaringan tubuh manusia. Melalui kegiatan ini, ECOTON tidak hanya mengedukasi warga, tetapi juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, serta pengawasan terhadap industri yang berpotensi mencemari lingkungan.
Partisipasi warga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif. Dengan melihat langsung partikel mikroplastik melalui mikroskop, masyarakat diharapkan memahami bahwa persoalan ini bukan sekadar statistik atau laporan riset, tetapi ancaman yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Selain itu, data partisipatif dari berbagai lokasi rumah warga dapat memperkaya peta sebaran mikroplastik di Surabaya dan sekitarnya.
Dengan begitu, masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi turut berkontribusi dalam sains warga dan advokasi lingkungan. ECOTON berharap kegiatan ini menjadi langkah kecil yang memicu perubahan lebih besar dalam kebijakan dan perilaku masyarakat terhadap penggunaan plastik.***