- Telapak Jawa Timur menggelar Musyawarah Teritori guna menyusun agenda kerja empat tahun ke depan.
- Keterbatasan logistik mendorong Perkumpulan Telapak Jawa Timur memperkuat skema kemandirian pendanaan organisasi daerah.
- Amiruddin Muttaqin kembali terpilih memimpin Telapak Jawa Timur untuk periode kepengurusan 2026 hingga 2030.
- Telapak Jawa Timur membidik peluang Perhutanan Sosial serta pendampingan industri tambang ramah lingkungan.
- Lewat musyawarah daerah, Perkumpulan Telapak Jawa Timur siap bangkit menggerakkan kembali roda organisasi.
PERKUMPULAN Telapak Jawa Timur menggelar Musyawarah Teritori (Muster) sebelum batas waktu 30 September 2026. Forum ini membahas dua agenda utama organisasi untuk empat tahun mendatang.
Agenda pokok meliputi penyusunan rencana kerja periode 2026–2030 dan pemilihan Ketua Badan Pengurus Teritori (BPT) Jawa Timur. Konsolidasi internal ini dihadiri para anggota serta jajaran pengurus teritori.
“Malam ini teman-teman kita punya beberapa agenda, tapi ada dua agenda utama yang mungkin harus kita selesaikan selama musyawarah teritori ini,” kata Amiruddin, memulai dibukanya Muster di Open Spice Ecoton, Sabtu malam, (19/9/2026).
Ia kemudian mengajak membuat rencana kerja empat tahun ke depannya, sekaligus memilih ketua baru Badan Pengurus Teritori (BPT) Jawa Timur periode 2026–2030.
“Terkait apa yang mau kita lakukan di Jawa Timur ini ke depan 4 tahun ke depannya, kemudian yang kedua itu memilih Ketua BPT Jawa Timur untuk periode 2026 sampai 2030,” ucap Amiruddin.
Selanjutnya, Amiruddin juga meminta agar Muster tersebut dijalani dengan santai. Suasana cair ini dibangun agar lembaga tetap dikelola dengan baik dan memiliki produktivitas kerja yang jelas.
“Saya pikir mungkin kita santai saja terkait untuk bikin rencana kerja, mungkin nanti kita ngobrol santai apa yang bisa dilakukan oleh teman-teman Perkumpulan Telapak di BPT Jawa Timur ini, yang memungkinkan kita bisa berkolaborasi dari berbagai macam keahlian atau sumber daya yang dimiliki oleh teman-teman di Jawa Timur ini,” jelas Amiruddin.

#Kendala Logistik Gerakan Organisasi
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Telapak Indonesia, Prigi Arisandi, mengungkapkan bahwa keterbatasan logistik menjadi kendala utama gerakan. Kendala anggaran tersebut dialami oleh banyak lembaga swadaya masyarakat di tingkat lokal maupun nasional.
“Terus ini memang tidak ada sama sekali logistik di Telapak itu,” kata Prigi Arisandi.
Meski demikian, pengurus tetap mendorong inisiatif lokal agar gerakan lingkungan terus berjalan. Wilayah Jawa Timur diharapkan mampu membangun model kemandirian pendanaan secara mandiri.
Pengurus pusat memberikan otonomi bagi pengurus daerah untuk menggali sumber daya logistik secara mandiri. Langkah ini diambil guna menjaga keberlanjutan program penyelamatan lingkungan di daerah.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel#Peluang Kerja Sama Lingkungan
Telapak Jawa Timur membidik peluang kerja sama pendampingan program Perhutanan Sosial dari kementerian terkait. Luasnya alokasi perhutanan sosial yang belum tergarap membuka ruang kolaborasi bagi aktivis daerah.
Selain isu kehutanan, organisasi ini menyoroti dinamika pendampingan pada sektor industri pertambangan. Pengurus berupaya mendorong perusahaan tambang agar menerapkan standar operasi yang lebih ramah lingkungan.
“Kita tidak membela mereka, tapi kita menasihati mereka agar berperilaku tambang itu ramah lingkungan,” tutur Prigi.

Pengurus menilai sertifikasi lingkungan menjadi sarana penting untuk menekan dampak kerusakan alam akibat eksploitasi. Telapak mendorong pelaku usaha untuk menjalankan rehabilitasi ekosistem secara bertahap.
Di sisi lain, skema kemitraan pendampingan industri tambang masih memicu dilema etis di internal organisasi. Sebagian jaringan gerakan lingkungan menolak kerja sama dengan perusahaan ekstraktif.
#Amiruddin Kembali Terpilih Ketua
Pengurus Jawa Timur mencermati hasil musyawarah teritori wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Musyawarah di wilayah tersebut berhasil memilih kepemimpinan baru serta menyusun inventarisasi aset organisasi.
Jawa Tengah dan DIY fokus pada penguatan kaderisasi serta optimalisasi aset produktif lembaga. Pengalaman pengelolaan unit usaha di Wonosalam, Jombang, menjadi salah satu rujukan kolaborasi lokal.
Muster Jawa Timur diharapkan melahirkan ketua baru yang mampu mengayomi seluruh anggota teritori. Pemimpin terpilih bertugas menggali peluang kemitraan berbasis keahlian para anggota di daerah.
Dalam Muster, sejumlah kader Telapak Jawa Timur akhirnya menyepakati Amiruddin Muttaqin terpilih kembali sebagai gubernur atau ketua Telapak Jawa Timur. Para peserta yang tercatat antara lain:
- Amiruddin Muttaqin (T-337)
- Zunianto (T342)
- Mukhlas Basah (T364)
- Rulli Mustika Adya (T340)
- Petrus Riski (T371)
- Wagisan (T363)
- Achmad Yani (T359)
- Prigi Arisandi (T141)
- Heri Purnomo (T341)
- Mohamad Arifin (T360)
“Kita peserta musyawarah, sepakat memilih kembali Mas Amir menjabat sebagai gubernur, istilah kita, Telapak Jawa Timur. Kita sepakat memanfaatkan momentum ini kembali bekerja yang selama ini vakum,” ucap Zunianto.***