- Sistem AI merekam 3.567 ledakan bom ikan selama pemantauan di Kepulauan Spermonde.
- Praktik penangkapan ilegal ini memicu kerusakan terumbu karang hingga 16,72 hektare per tahun.
- Teknologi pemantauan akustik pasif berhasil mendeteksi suara ledakan setiap 62 menit sekali.
- Temuan penelitian ini resmi dipublikasikan dalam jurnal Remote Sensing in Ecology and Conservation.
- Perangkat berbiaya murah membuka peluang besar bagi penegakan hukum wilayah perairan luas.
TEKNOLOGI kecerdasan buatan berhasil membongkar maraknya aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Sistem bernama BombDetect memverifikasi 3.567 ledakan dari 3.700 jam rekaman suara bawah laut selama 16 bulan pengamatan. Hasil riset dalam jurnal Remote Sensing in Ecology and Conservation Agustus 2026 ini mengestimasi terjadi 8.446 ledakan per tahun.
Artinya, ledakan bom ikan terjadi rata-rata setiap 62 menit sekali di pusat keanekaragaman hayati laut dunia tersebut. Dr. Timothy A. C. Lamont, peneliti studi tersebut, menyebut temuan ini sangat mengkhawatirkan karena kerusakan terjadi secara masif.
“Ini mengerikan karena bom ikan masih begitu marak dan menyebabkan banyak kerusakan,” ujar Lamont dikutip dari technology, Sabtu, (22/8/2026). Namun, masih kata ahli biologi laut asal Inggris ini, bahwa teknologi murah ini menjadi instrumen baru yang sangat efektif untuk penegakan hukum.
#Kerusakan Masif Ancam Ekonomi Pesisir
Ledakan bom ikan tidak hanya membunuh biota laut secara mendadak. Gelombang kejutnya turut menghancurkan struktur fisik terumbu karang yang tumbuh puluhan tahun. Penelitian ini mengestimasi praktik berpotensi merusak hingga 16,72 hektare terumbu karang setiap tahunnya.
Hancurnya ekosistem karang menghilangkan tempat berkembang biak berbagai jenis ikan. Dampaknya, cukup panjang. Bisa mengancam hasil tangkapan, serta pendapatan nelayan tradisional. Selain itu, hilangnya benteng alami, akan memperlemah perlindungan pesisir dari gelombang laut.
#Pola Pemboman di Segitiga Terumbu Karang
Kepulauan Spermonde merupakan bagian penting dari kawasan konservasi dunia Segitiga Terumbu Karang. Meski kaya keanekaragaman hayati, wilayah ini menghadapi ancaman penangkapan ilegal dan perubahan iklim. Rekaman akustik ini, menunjukkan bahwa pemboman terjadi sepanjang tahun dengan puncak aktivitas pada siang hari.
WhatsApp Channel · TitikTerang
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu. TitikTerang hadir di WhatsApp
Menariknya, aktivitas pemboman tercatat menurun pada hari Jumat, (21/8/2026) dan saat cuaca buruk. Data pola ini sangat membantu petugas memahami kapan aktivitas pemboman paling sering dilakukan. Informasi tersebut memungkinkan pengawasan difokuskan pada waktu-waktu rawan secara lebih presisi.
#Inovasi AI untuk Bukti Hukum Maritim
Pengawasan konvensional kerap terkendala karena pelaku pengeboman bergerak sangat cepat di laut. Penggunaan hydrophone berjarak deteksi 16,95 kilometer menjadi solusi atas kendala fisik pengawasan. Model kecerdasan buatan mampu menyaring audio satu bulan hanya dalam waktu empat jam.
Kecepatan pemrosesan data ini mengubah suara rekaman singkat menjadi bukti ilmiah yang sah. Teknologi ini menjadi pelengkap ampuh bagi patroli dan pengawasan berbasis masyarakat. Pada akhirnya, inovasi AI membuka harapan baru untuk mengakhiri praktik bom ikan.