Lewati ke konten

Sampah Rumah Tangga Penuhi Sungai Bialo Bulukumba, Tiga Siswa SD Turun Tangan Clean Up

| 3 menit baca |Mikroplastik | 3 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • Pengelolaan sampah dari sumber dinilai penting untuk menjaga sungai tetap bersih dan ekosistem perairan.
  • Sampah yang dibuang sembarangan mengancam kebersihan sungai serta kehidupan berbagai organisme di dalamnya.
  • Ketiadaan fasilitas pengelolaan sampah mendorong sebagian warga membuang sampah langsung ke sungai.
  • Tiga siswa SDN 298 Cabalu menemukan beragam sampah saat membersihkan aliran Sungai Bialo.
  • Edukasi dan fasilitas pengelolaan sampah diperlukan agar masyarakat tidak menjadikan sungai tempat pembuangan.

 

ALIRAN Sungai Bialo masih dipenuhi timbulan sampah rumah tangga. Kondisi ini mendorong tiga siswa SDN 298 Cabalu Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan —Ilham, Mirza, dan Fadil dari Kecamatan Gantarang—turun langsung membersihkan area sungai dalam rangkaian Festival 3 Sungai Bialo.

Dalam aksi bersih-bersih, ketiganya menemukan berbagai jenis sampah yang menumpuk di sepanjang aliran sungai, mulai dari sampah plastik bekas bungkus makanan, limbah kayu, pepaya busuk, hingga sampah elektronik berupa charger telepon.

Di lokasi, para siswa juga menyaksikan langsung kebiasaan warga yang masih membuang sampah ke sungai. Mirza mengungkapkan, perilaku seperti ini muncul, lantaran minimnya sarana pembuangan yang memadai di sekitar permukiman.

“Orang-orang tidak tahu ke mana harus membuang sampah,” ujar Mirza, Sabtu, (0808/2026).

Menurutnya, ketiadaan tempat pembuangan sampah (TPS) membuat masyarakat tidak memiliki pilihan selain membuang limbah rumah tangga ke aliran air. Saat ini, fasilitas pengelolaan sampah tengah dibangun di Kampung Bungeng.

“Saya berharap sarana untuk sampah segera ada dan bisa dioperasika. Supaya warga bisa membuang sampah secara tertib. Tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan akhir, “ masih kata Mirza.

Aksi Siswa
Tiga siswa SDN 298 Cabalu mengumpulkan sampah yang mencemari aliran Sungai Bialo | Dok. Festival

#Ancaman Banjir dan Mikroplastik

Selain persoalan kebersihan, penumpukan sampah di aliran sungai menyimpan ancaman ekologis yang lebih besar. Salah satu peserta aksi, Arul, menegaskan, penumpukan sampah berisiko menyumbat aliran air dan meningkatkan ancaman banjir saat debit air meningkat.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Tak hanya itu, bahaya laten dari sampah plastik yang terbuang ke sungai adalah proses pelapukan menjadi partikel yang lebih kecil.

“Buang sampah ke sungai bisa sebabkan banjir,” tegas Arul. Ia menambahkan, plastik yang terurai di lingkungan perairan akan berubah menjadi mikroplastik—partikel halus yang berpotensi masuk ke dalam rantai makanan setelah tertelan oleh ikan dan organisme air lainnya.

Sampah Sungai
Sampah bungkus makanan, charger, kayu, dan pepaya busuk ditemukan sepanjang Sungai Bialo | Dok. Festival

#Apresiasi dan Pentingnya Aksi Nyata Warga

Sementara itu, Peneliti Ecoton sekaligus penggagas Festival 3 Sungai, Amiruddin Muttaqin, menegaskan, kepedulian dan keterlibatan anak-anak sekolah dalam aksi bersih sungai ini patut mendapat apresiasi tinggi dari semua pihak.

Menurutnya, aksi anak-anak tersebut seharusnya menjadi tamparan sekaligus pemantik kesadaran bagi masyarakat dewasa di sekitar aliran sungai.

“Peran dan kepedulian anak-anak ini harus kita apresiasi. Namun, bentuk apresiasi terbaik dari warga adalah dengan mengimplementasikan pengelolaan sampah yang diharapkan, mulai dari memilah dari rumah hingga tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan,” ujar Amiruddin.

Aksi bersih sungai ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Bagi mereka, persoalan sampah di Sungai Bialo merusak estetika lingkungan. “Karena itu, pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya. Dengan begitu, sungai dan ekosistem perairan tetap terjaga,” pungkas Arul.***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *