Lewati ke konten

Satgas Sungai Lestari Bersama Relawan Angkat 1,16 Ton Sampah dari Kali Tebu

| 4 menit baca |Kali Tebu | 10 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • Sebanyak 60 orang mengangkat 1,16 ton sampah Kali Tebu selama tiga jam, terdiri atas 620 kilogram bantaran.
  • Dalam tiga jam, 540 kilogram sampah diangkat dari badan sungai, sementara 620 kilogram lainnya berasal dari bantaran Kali Tebu.
  • Corve Kali Tebu melibatkan 60 peserta yang menyisir empat wilayah, mengumpulkan total 1.160 kilogram sampah dari sungai.
  • Sebanyak 1,16 ton sampah terkumpul dalam tiga jam, dengan 620 kilogram berasal dari bantaran dan 540 kilogram badan sungai.
  • Pembersihan Kali Tebu selama tiga jam menemukan 1,16 ton sampah, didominasi plastik sekali pakai dan sampah rumah tangga.

Penulis: Tonis Afrianto, Manajer Program Zero Waste ECOTON, aktif dalam kampanye lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

SEBANYAK 60 orang bergotong royong membersihkan Kali Tebu, Surabaya. Dalam tiga jam, mereka mengangkat 1,16 ton sampah dari sungai.

Kegiatan bertemakan Corve Kali Tebu itu menyisir kawasan hulu hingga hilir. Pembersihan berlangsung di Kapasmadya, Simokerto, Tanah Kalikedinding, dan Sidotopo Wetan.

Hasil penimbangan menunjukkan 620 kilogram sampah berasal dari bantaran. Sementara 540 kilogram lainnya diangkat langsung dari badan sungai.

Sampah yang ditemukan didominasi plastik sekali pakai dan sampah rumah tangga. Petugas juga menemukan popok bayi serta batok kelapa muda.

Temuan itu memperlihatkan timbulan sampah masih terjadi di Kali Tebu. Sampah di bantaran berpotensi terbawa hujan menuju aliran sungai.

Relawan Satgas Sungai Lestari mengumpulkan sampah plastik dari bantaran Kali Tebu dalam aksi Corve Sabtu pagi di Surabaya Jawa Timur. |
Foto: Tonis Afrianto

#Sampah Diduga Dibuang Sore hingga Malam

Ketua Satgas Kali Tebu Lestari, Ayu Siswanti, mengatakan sampah ditemukan dalam jumlah banyak. Jenis sampah yang terkumpul juga cukup beragam.

“kebetulan sampah hari ini sangat banyak, sampah bermacam-macam termasuk ada kelapa muda sepertinya sisa buangan tadi malam, perlu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke kali tebu,” terang Ayu, Sabtu (12/9/2026).

BACA JUGA:  Menghentikan Metana, Menyelamatkan Kota dari Krisis Iklim

Ayu menyebut adanya informasi mengenai dugaan pembuangan sampah sore atau malam. Namun, pihaknya belum mengetahui identitas warga yang membuang sampah.

“menurut beberapa saksi mengatakan bahwa sampah dibuang pada sore atau malam hari, tapi belum tahu yaa itu masyarakat asli yang tinggal disepanjang kali tebu atau orang jauh gitu, anehnya kan sudah ada tempat sampah depan rumah tapi masih membuang sampah di sungai,” jelas Ayu.

Menurut Ayu, tempat sampah di depan rumah belum menghentikan kebiasaan membuang sampah. Karena itu, pendekatan langsung kepada warga dinilai tetap diperlukan.

Pembersihan sungai juga menghadapi tantangan ketika volume sampah meningkat. Banyaknya material membuat proses pengangkutan membutuhkan tenaga lebih besar.

Relawan Satgas Sungai Lestari memindahkan sampah terkumpul ke karung untuk diangkut dari bantaran Kali Tebu Surabaya bersama warga setempat lain. | Foto: Tonis Afrianto

#Warga Usulkan Perahu dengan Sistem Konveyor

Warga Kelurahan Tanah Kalikedinding, Sugeng Mulyono, mengusulkan penggunaan teknologi. Ia menawarkan gagasan perahu bermesin dengan sistem konveyor berjalan.

Menurut Sugeng, alat itu dapat membantu mengangkat sampah dari permukaan. Sampah kemudian dipindahkan langsung menuju daratan untuk dikumpulkan.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

“Sekarang kan zamannya tegnologi yaa… saya punya inovasi untuk meringankan kegiatan Satgas Kali Tebu ini yaitu membuat mesin perahu yang ada conveyor berjalan membawa sampah dari permukaan sungai ke daratan dan tentunya kita bisa bikin sendiri jadi tidak mahal kalau belikan mahal mungkin ya,” terang Sugeng.

Gagasan itu muncul dari pengalaman warga melihat proses pembersihan sungai. Peralatan mekanis dinilai bisa membantu ketika sampah menumpuk di permukaan.

Meski begitu, penggunaan alat perlu diiringi pencegahan sampah dari sumber. Pengurangan sampah rumah tangga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan sungai.

BACA JUGA:  MOZAIK: 757 Kilogram Sampah Dominasi Kali Tebu Surabaya
Peserta Corve Kali Tebu membawa karung berisi sampah hasil pembersihan bantaran, sementara warga dan relawan bekerja bersama menjaga kebersihan sungai. | Foto: Tonis Afrianto

#Edukasi Warga Dilanjutkan dari Rumah

Satgas Kali Tebu Lestari berencana memperluas edukasi kepada masyarakat sekitar. Edukasi dilakukan dengan mendatangi rumah warga secara door to door.

Warga akan diajak memilah sampah sejak dari rumah masing-masing. Satgas juga mendorong penghentian kebiasaan membuang sampah ke sungai.

Corve Kali Tebu merupakan bagian dari program Sungai Lestari. Program ini dijalankan melalui kolaborasi Ecological Observatioan and Wetlands Conservation (ECOTON) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.

Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari United Nations Development Programme (UNDP). Dukungan lain berasal dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenkopangan) dan Kementerian Lingkungan Hidup /Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Selain edukasi, Satgas merencanakan penataan bantaran Kali Tebu. Salah satu rencana yang disiapkan ialah pembangunan taman sepanjang bantaran.

Kawasan itu diharapkan menjadi ruang yang lebih hijau dan terawat. Area ini juga dapat dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas.

Pembersihan sungai menjadi langkah awal mengurangi timbulan sampah. Perubahan kebiasaan warga diperlukan agar sampah tidak kembali menumpuk.

Rumah tangga memiliki peran penting dalam mengurangi sampah dari sumber. Pemilahan dan pengelolaan yang benar dapat mencegah sampah masuk sungai.

Corve Kali Tebu ditutup dengan foto bersama seluruh peserta. Mereka meneriakkan jargon kampanye, “Wani Cegah Polusi, Wujudkan Sungai Lestari!”

Aksi itu mempertemukan satgas, pemerintah, relawan, mahasiswa, dan warga. Kolaborasi diharapkan terus berjalan untuk menjaga kebersihan Kali Tebu.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *