Lewati ke konten

Bukan Cuma Buat Main! Tiga Pelajar Buka-Bukaan Soal Suaka Ikan Kali Surabaya yang Dikepung Limbah

| 7 menit baca |Pelajar Mbois | 19 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • Intip hasil penelitian air Kali Surabaya dan kebanggaan Suaka Ikan Wringinanom lewat tulisan kritis tiga pelajar di sini!
  • Uji sampel air tunjukkan angka 1,9! Simak analisis kritis pelajar SMAN 1 Tarik dan kawan-kawan soal pencemaran sungai!
  • Mengapa Kali Surabaya krusial bagi air baku PDAM warga? Temukan jawabannya lewat tiga perspektif segar pelajar SMA!
  • Dari patroli Suaka Ikan hingga ancaman limbah pabrik, mari baca ulasan inspiratif Leny, Jessicha, dan Prabaswara sekarang!
  • Bersama cegah krisis air bersih! Pelajari fakta pencemaran dan langkah nyata menjaga Kali Surabaya lewat catatan generasi muda!

RANGKAIAN acara Kali Surabaya Festival 2026 yang berlangsung pada 21–25 September 2026 di Taman Suaka Ikan, Wringinanom, menjadi momen penting bagi para pelajar untuk melihat lebih dekat kondisi sungai tercinta kita. Kegiatan edukasi lingkungan ini tidak hanya memberikan wawasan seputar ekosistem sungai, tetapi juga menggugah kepedulian generasi muda terhadap ancaman pencemaran air di sekitarnya.

Lewat tiga catatan kritis karya Leny Adelina Sha’ro (MA Raden Paku Wringinanom), Jessicha Putri Ferlyta (SMAN 1 Tarik), dan Prabaswara Raditya (SMAN 1 Driyorejo), kita diajak menyelami Kali Surabaya dari berbagai sudut pandang. Mulai dari kebanggaan atas status Taman Suaka Ikan di Wringinanom, hasil uji sampel air yang tercemar limbah, hingga peran krusial sungai ini sebagai penopang air baku PDAM bagi jutaan warga. Yuk, simak ulasan inspiratif dari mereka bertiga untuk bersama-sama menjaga kelestarian Kali Surabaya![]

Totalitas tanpa batas! Teman-teman pelajar lagi unjuk aksi kampanye lingkungan dengan membawa poster “SAVE IWAK PAPAR” hingga bahaya “MIKROPLASTIK”. Dari yang megang mikrofon sampai yang meragakan gerakan, semangat mereka buat mengedukasi isu pencemaran sungai bener-bener keren dan patut diacungi jempol. | Foto: Fully Syafi

Leny Adelina Sha’ro
Kelas 11 | MA Raden Paku Wringinanom

#Menjaga Kali Surabaya: Suaka Ikan dan Penopang Kehidupan Kita

KALIAN tahu nggak sih, Kali Surabaya, itu beda dengan Kali Mas, yang banyak orang katakan. Itu sebenarnya anak sungai utama dari Sungai Brantas yang mengalir dari Mlirip, Mojokerto, sampai ke Surabaya sepanjang 41–43 kilometer? Sungai ini jelas bukan cuma genangan air lewat begitu saja, tapi rumah buat berbagai makhluk hidup sekaligus penyedia sumber kehidupan vital buat warga di sekitarnya.

Khusus di daerah kita di Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, kali ini ada di sisi selatan dan jadi batas alam yang memisahkan Gresik sama Sidoarjo (tepatnya kawasan Balongbendo). Nah, yang bikin bangga, kawasan Kali Surabaya di tempat kita ini udah ditetapkan sebagai Suaka Ikan oleh Gubernur Jawa Timur sejak tahun 2014! Penetapan ini penting banget demi melindungi kelestarian ikan asli dan ekosistem di dalamnya.

BACA JUGA:  Lebih dari 500 Pelajar Jakarta Pernah Teliti Mikroplastik, ECOTON Gagas Laboratorium Keliling Indonesia

Sebagai kawasan suaka ikan, sungai ini jadi zona aman buat ikan dan organisme air lainnya buat tumbuh dan berkembang biak. Makanya, kita sebagai warga sekitar wajib banget ikut ambil bagian. Cara simpelnya ya jangan buang sampah sembarangan ke sungai, stop overfishing (nangkep ikan berlebihan), dan jaga habitat perairannya. Kalau sungainya lestari, manfaatnya juga kerasa langsung buat kita—mulai dari buat pengairan pertanian, kebutuhan industri, sampai jadi sumber air baku utama PDAM.

Nggak cuma warga lokal, ada banyak pihak lain yang ikut berjuang menjaga Kali Surabaya dari ancaman pencemaran. Mulai dari peneliti, mahasiswa, pelajar, pemerintah, sampai lembaga peduli lingkungan kaya ECOTON yang markasnya ada di Wringinanom sendiri. Aksi nyatanya nggak main-main, lho! Mulai dari patroli rutin suaka ikan, nanam ratusan pohon di bantaran sungai buat nyegah erosi, sosialisasi ke warga biar nggak buang limbah sembarangan, sampai menertibkan bangunan liar di sempadan sungai.

Lewat kolaborasi bareng ini, harapannya Kali Surabaya di Wringinanom bisa tetap lestari dan ngasih manfaat ekologis serta ekonomis buat kita semua. Yuk, sebagai generasi muda, kita ambil tanggung jawab ini buat menjaga warisan alam tercinta! Hehe… ***


Serunya Kali Surabaya Festival! Nggak cuma dapet ilmu lingkungan yang bermanfaat, tapi juga jadi ajang akrab dan kenalan bareng teman-teman lintas sekolah. Momen kebersamaan kaya gini bikin perjuangan menjaga kelestarian sungai kita jadi terasa makin solid dan menyenangkan! | Foto: Fully Syafi

Jessicha Putri Ferlyta
Kelas 10 | SMAN 1 Tarik, Sidoarjo

#Menjaga Kali Surabaya: Sumber Kehidupan yang Mulai Terabaikan

MUNGKIN sebagian dari kalian pernah dengar tentang Kali Surabaya, tapi masih bingung letaknya di mana dan kaya gimana sih bentukannya. Fyi nih, Kali Surabaya—yang merupakan bagian dari Sungai Brantas—memiliki aliran sepanjang kurang lebih 42 km yang membentang dari Mlirip, Mojokerto, sampai ke Surabaya.

Sungai ini sebenarnya jadi habitat buat berbagai jenis ikan lokal, kaya ikan jendil, rengkik, palung, papar, bader merah, bader putih, dan masih banyak lagi. Makanya, Kali Surabaya ini punya manfaat yang super besar buat masyarakat di sepanjang Mojokerto sampai Surabaya.

BACA JUGA:  KKN 149 UINSA Latih Warga Suko Olah Limbah Organik Jadi Pupuk Cair Hemat

Nah, pas hari Rabu, 23 September 2026 kemarin, aku sempat melakukan penelitian langsung tentang Kali Surabaya. Aku meneliti sampel airnya buat mastiin apakah sungai ini tercemar atau nggak. Tahu nggak hasil temuan di lapangannya? Ternyata airnya udah tercemar limbah pabrik! Bahkan hasilnya tergolong sangat buruk, yaitu mencapai angka 1,9, padahal batas maksimal buat air yang nggak tercemar itu cuma 0,2.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Dari situ, aku bener-bener tersadar kalau Kali Surabaya ini udah makin tak terjaga dan makin banyak orang yang mulai mengabaikannya. Pas aku amatin sekitar, ternyata masih banyak banget warga yang buang sampah sembarangan. Jadi, ini bukan cuma salah pabrik industri aja, tapi masyarakat juga ikut andil.

Padahal, Kali Surabaya punya peran yang krusial banget buat hidup kita sehari-hari, salah satunya sebagai sumber air baku PDAM. Kita masih butuh dan pakai airnya tiap hari, tapi kita sendiri sering lupa buat menjaganya. Kalau kebiasaan buruk ini diterusin, ke depannya bisa makin parah—bahkan bukan nggak mungkin kita bakal krisis air bersih dan nggak bisa pakai PDAM lagi gara-gara ulah kita sendiri.

Yuk, mulai sekarang kita jaga Sungai Brantas ini bareng-bareng! Cara simpelnya cukup stop buang sampah sembarangan dan pastikan limbah pabrik diolah dengan baik sebelum dibuang ke sungai.***


Belajar langsung di lapangan emang beda rasanya! Teman-teman pelajar lagi serius banget ngamatin kolam edukasi buatan buat melihat lebih dekat ekosistem perairan dan kehidupan ikan lokal Kali Surabaya. Antusiasme mereka bukti kalau edukasi lingkungan itu jauh lebih masuk ke hati pas bisa lihat dan amatin langsung objeknya. | Foto: Fully Syafi

Prabaswara Raditya
Kelas: X-1| SMAN 1 Driyorejo

#Menjaga Kali Surabaya: Penopang Air Bersih yang Kena Ancaman Pencemaran

KALIAN tahu nggak sih, Kali Surabaya itu sebenarnya anak Sungai Brantas yang punya peran super vital buat hidup kita? Sungai ini jadi sumber utama air baku PDAM buat jutaan warga di Surabaya, Sidoarjo, sampai Gresik. Sisi positifnya, sungai ini bener-bener jadi sumber kehidupan dan pengairan utama. Tapi di sisi lain, kondisi Kali Surabaya sekarang lagi prihatin banget karena kena gempuran pencemaran limbah dan sampah yang cukup berat.

BACA JUGA:  Air Baku Kalimas Tercemar Ekstrem, PDAM Surya Sembada Surabaya Kewalahan Olah Air Bersih

Kalau ngomongin rutenya, sungai ini mengalir mulai dari Mojokerto, melewati wilayah Sepanjang dan Karangpilang, hingga akhirnya bermuara di Selat Madura. Nah, salah satu titik paling krusial itu ada di Karangpilang, karena di sanalah pusat pengambilan air baku PDAM berada.

Manfaat positif sungai ini tuh berasa banget setiap hari selama 24 jam nonstop, soalnya airnya terus diolah jadi air bersih yang kita pakai mandi dan nyuci. Tapi, dampak negatifnya paling kerasa pas masuk musim hujan—mulai dari ancaman banjir, penumpukan sampah yang melimpah, sampai pertumbuhan eceng gondok yang cepat banget nutupin permukaan air.

Pihak yang ngerasain manfaatnya tentu aja jutaan warga, petani yang butuh pengairan sawah, dan para pelaku industri. Tapi sayangnya, masih banyak pihak irasional yang bikin rusak: oknum industri nakal yang asal buang limbah, warga yang masih hobi lempar sampah ke sungai, sampai bangunan liar yang berdiri sembarangan di sepanjang bantaran.

Kenapa sih sungai ini wajib banget kita jaga? Bayangin aja, tanpa Kali Surabaya, kota Surabaya dan sekitarnya bisa kena krisis air bersih parah! Kalau pencemaran dibiarin gitu aja, biaya pengolahan air PDAM bakal makin mahal, kualitas airnya makin meluncur turun, dan ekosistem ikan lokal beserta tumbuhan air bisa punah massal.

Biar kondisi ini nggak makin parah, cara perbaikannya harus konsisten: stop buang sampah ke sungai, rutin pengerukan lumpur dan pembersihan eceng gondok, kasih sanksi tegas buat para pencemar lingkungan, serta tingkatkan edukasi peduli sungai ke masyarakat. Yuk, kita mulai dari diri sendiri biar Kali Surabaya tetap lestari!***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *