Lewati ke konten

Temukan Saluran Pembuangan di Hilir Kali Tengah, Posko Ijo Singgung PT Surabaya Mekabox

| 7 menit baca |Sorotan | 14 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • Penyisiran dan Temuan Saluran Limbah: Perkumpulan Posko Ijo melakukan penyisiran di hilir Kali Tengah dan Kali Asin, Gresik, pada 28 Oktober 2026, dan menemukan sejumlah saluran air serta pipa pembuangan limbah yang mengarah langsung ke badan sungai tanpa pengolahan yang memadai.
  • Sorotan Utama pada PT Surabaya Mekabox: Dari sekitar 10 perusahaan yang terdata di kawasan Bambe, Driyorejo, Posko Ijo secara khusus menyoroti dan menempatkan PT Surabaya Mekabox (SMB) dalam radar pemantauan utama karena dinilai paling dominan mencemari sungai.
  • Indikator Pencemaran dan Penurunan Ekosistem: Kondisi perairan dinilai sudah sangat memprihatinkan yang ditandai dengan bau menyengat, air berbusa, amonia tinggi (10,7 mg/L), serta hilangnya hasil tangkapan ikan jala oleh para pencari ikan di lokasi.
  • Temuan Pipa di Luar Outfall Resmi: Posko Ijo mendesak instansi berwenang untuk memeriksa titik-titik pembuangan di luar outfall resmi, mengingat tim menemukan sejumlah pipa tersembunyi yang diduga membuang limbah langsung ke Kali Tengah dan Kali Asin.
  • Desakan Uji Laboratorium dan Transparansi Publik: Posko Ijo menuntut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama instansi terkait untuk segera melakukan uji laboratorium terpadu secara berkala, objektif, dan transparan kepada publik demi menyelamatkan ekosistem Kali Surabaya.

AKTIVITAS PT Surabaya Mekabox (SMB) di kawasan Bambe, Driyorejo, Gresik, menjadi perhatian Perkumpulan Posko Ijo, setelah organisasi pemerhati lingkungan tersebut melakukan penyisiran di kawasan hilir Kali Tengah dan Kali Asin pada Rabu (28/10/2026).

Penyisiran yang dilakukan untuk melihat kondisi aliran sungai yang bermuara ke Kali Surabaya. Posko Ijo mengaku menemukan sejumlah saluran air dan pipa yang mengarah ke badan sungai, serta indikasi penurunan kualitas ekosistem perairan.

Ketua Posko Ijo, Rulli Mustika Adya mengatakan, temuan tersebut membuat pihaknya menyiapkan surat peringatan kepada perusahaan yang perlu melakukan evaluasi terhadap sistem pembuangan limbahnya.

“Setelah kami melakukan identifikasi, terus melakukan kajian mendalam, ada perusahaan yang membuang limbahnya langsung ke badan sungai. Ini yang membuat kami harus memberikan peringatan,” kata Rulli dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

BACA JUGA:  Petaka Senyap di Brantas: Saat Hormon Ikan Rusak dan Air Jadi Ancaman

Menurut Rulli, kondisi Kali Tengah dan Kali Asin saat ini sudah menunjukkan sejumlah persoalan lingkungan. Ia melihat, perusahaan yang berada di sekitar aliran sungai harus memperhatikan kondisi ekologis perairan sebelum membuang air limbah.

“Setidaknya pabrik harus tahu diri. Bagaimana kondisi Kali Tengah dan Kali Asin saat ini. Bukan buang limbah sesukanya. Jika kami katakan sungai sudah pada kondisi bau, itu menandakan sungai itu sudah tercemar,” ujarnya.

Dari sejumlah perusahaan yang berada di kawasan Bambe dan hilir Kali Tengah, Posko Ijo secara khusus menyebut PT Surabaya Mekabox sebagai perusahaan yang masuk dalam radar pemantauan mereka.

Rulli mengatakan organisasinya mencatat terdapat sejumlah perusahaan di sekitar kawasan tersebut. Namun, PT Surabaya Mekabox ia sebut menjadi salah satu perusahaan yang paling mendapat perhatian.

“Kami mendata memang ada delapan perusahaan. Tapi yang paling dominan mencemari sungai di kawasan Bambe, Driyorejo ini, yang masuk dalam radar pemantauan kami PT Surabaya Mekabox, yang biasa masyarakat menyebut SMB,” kata Rulli.

Karena itu, Posko Ijo meminta adanya pemeriksaan kualitas air secara komprehensif, guna memastikan sumber pencemar dan kontribusi masing-masing saluran pembuangan. “Kami tetap ingin dilakukan pemeriksaan kualitas air. Tujuan kami hanya ingin memastikannya,” ucapnya.

Saluran yang diduga menjadi jalur pembuangan limbah menuju Kali Tengah di sekitar kawasan PT Surabaya Mekabox (SMB), Driyorejo, Gresik. Temuan tersebut didokumentasikan Posko Ijo saat melakukan penyisiran kawasan hilir Kali Tengah dan Kali Asin. | Foto: Dok. Posko Ijo

Temukan Saluran Selain Outfall Resmi

Meski begitu, Rulli tetapi menegaskan, jika pemantauan yang ia lakukan bersama tim tidak boleh hanya dilakukan pada titik penaatan atau outfall resmi perusahaan.

Menurut dia, penyisiran di sepanjang sungai menemukan sejumlah saluran atau pipa lain yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Karena ia duga mengeluarkan air limbah menuju Kali Tengah.

“Tapi yang perlu kami sampaikan, dalam penelusuran kami, kami mendapati adanya sejumlah saluran air atau pipa pembuangan lain yang mengeluarkan limbah ke Kali Asin dan Kali Tengah. Kami duga tercemar,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dari Ujung Pangkah Gresik Hilir Bengawan Solo, Tempatku Bercerita

Posko Ijo meminta pemerintah tidak hanya memeriksa saluran pembuangan yang secara administratif telah diketahui, tetapi juga melakukan penelusuran terhadap saluran lain yang ditemukan di lapangan.

“Melihat kenyataan ini, sangat perlu dilakukan pengecekan kualitas air sungai secara komprehensif, mulai dari Kali Asin, Kali Tengah, hingga titik temu muara Kali Tengah dengan Kali Surabaya,” ujar Rulli.

Kualitas Kali Tengah Memburuk

Selain saluran pembuangan, Posko Ijo juga mencatat kondisi biologis sungai yang mereka nilai sudah sangat mengkhawatirkan.

Dalam kegiatan susur sungai, para pencari ikan yang ikut melakukan penelusuran disebut tidak mendapatkan satu pun ikan menggunakan jala di sejumlah lokasi.

Bagi Posko Ijo, kondisi tersebut menjadi indikasi yang perlu ditelusuri lebih jauh. Namun, temuan tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan penyebab hilangnya ikan tanpa pemeriksaan ekologis dan kualitas air secara lebih komprehensif.

Kekhawatiran terhadap Kali Tengah sebelumnya juga muncul dari penelitian mahasiswa Sumber Daya Perairan Universitas Brawijaya.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Di kawasan muara Kali Tengah, ditemukan busa putih, bau menyengat dan kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) sebesar 2,2 mg/L.

Pengukuran pada 3 Agustus 2026 menunjukkan pH mencapai 9,12 dan TDS 673 mg/L sebelum aliran memasuki Kali Surabaya.

Pemantauan lanjutan pada 5 Agustus 2026 juga mencatat kadar amonia pada saluran pembuangan mencapai 10,7 mg/L. Sementara kadar DO tercatat 1,2 mg/L di saluran pembuangan dan 1,8 mg/L di bagian hilir.

Data tersebut menjadi perhatian karena Kali Tengah merupakan aliran yang bermuara ke Kali Surabaya. Namun, untuk menentukan sumber pencemaran, diperlukan pemeriksaan pada masing-masing saluran dan titik hulu-hilir.

Posko Ijo menemukan sejumlah saluran pembuangan dan menyoroti kondisi kualitas air Kali Tengah hingga Kali Surabaya. | Titikterang

Peta Industri di Sekitar Kali Tengah

Dokumen pemetaan kawasan yang digunakan dalam penelusuran Posko Ijo menunjukkan PT Surabaya Mekabox berada di sekitar jaringan Kali Asin, Kali Tengah dan Sungai Surabaya.

BACA JUGA:  Surabaya River Festival 2026: Bukan Sedang Tebar Pesona, Anak Smanstar Berbagi Cerita Prestasi

Titik koordinat PT Surabaya Mekabox dalam dokumen tersebut tercatat -7.35359, 112.657064.

Di area yang sama, pemetaan mencatat PT Sumber Hidup Makmur Sejahtera, PT Langgeng Makmur Aluminium, PT Benteng Api Technic, PT Langgengkarya Makmur Lestari dan PT Woodtech.

Pada area lainnya terdapat PT Keramik Diamond Industri, CV Garuda Multindo Makmur, PT Sumber Makmur Sejati Sejahtera dan PT Indraco Global Indonesia.

Dengan demikian, dokumen pemetaan mencatat 10 perusahaan yang berada di sekitar kawasan Kali Asin, Kali Tengah dan Sungai Surabaya.

Saluran air yang mengarah ke aliran Kali Tengah di kawasan Driyorejo, Gresik. Saluran tersebut menjadi salah satu titik yang ditemukan Posko Ijo saat melakukan penyisiran di kawasan hilir Kali Tengah dan Kali Asin. | Foto: Dok. Posko Ijo

Kali Surabaya Kian Memprihatinkan

Persoalan kualitas air juga menjadi perhatian di Kali Surabaya setelah kebakaran PT Wings Surya pada 4 September 2026.

Dalam pemantauan yang disebutkan Posko Ijo, kadar oksigen terlarut di belakang RPH Kedurus tercatat hanya 1,04 mg/L. Sementara di Pagesangan Tambangan sebesar 1,08 mg/L.

Posko Ijo menilai kondisi tersebut perlu dilihat sebagai persoalan yang lebih luas karena Kali Tengah dan Kali Asin merupakan bagian dari jaringan aliran yang bermuara ke Kali Surabaya.

Atas temuan tersebut, Posko Ijo meminta PT Surabaya Mekabox melakukan evaluasi terhadap seluruh sistem pengelolaan air limbah dan saluran pembuangan yang berada di sekitar kawasan perusahaan.

Posko Ijo juga mendesak pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait, melakukan pemeriksaan terpadu terhadap kualitas air Kali Asin, Kali Tengah hingga Kali Surabaya.

Pengambilan sampel, menurut Posko Ijo, perlu dilakukan pada bagian hulu dan hilir serta di sekitar saluran yang ditemukan dalam penyisiran. Pemeriksaan laboratorium juga dinilai penting untuk mengetahui parameter pencemar sekaligus memastikan sumbernya.

“Kami menuntut hasil pemeriksaan ini nantinya dapat dibuka secara transparan kepada publik. Sungai bukanlah tempat pembuangan limbah, dan keselamatan ekosistem Kali Surabaya menyangkut hajat hidup orang banyak,” pungkas Rulli.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *