Lewati ke konten

Berawal dari Temuan AKSA, REFILIN Jalankan Sistem Guna Ulang di Kali Tebu Simokerto

| 3 menit baca |Kali Tebu | 7 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • REFILIN mencegah hingga 1.150 sampah sachet hanya dalam tiga hari melalui sistem isi ulang di Simokerto.
  • Temuan AKSA menunjukkan sampah sachet multilayer mendominasi kawasan Kali Tebu dan memicu solusi berbasis guna ulang.
  • Penjualan 23 liter sabun isi ulang mengurangi potensi ratusan hingga ribuan kemasan sachet sekali pakai.
  • Relawan REFILIN mendatangi rumah warga untuk menawarkan produk isi ulang sekaligus edukasi pengurangan sampah plastik.
  • Keberhasilan uji coba di Simokerto menjadi dasar perluasan layanan REFILIN ke titik lain sepanjang Kali Tebu.

TINGGINYA temuan sampah sachet di sepanjang Kali Tebu melahirkan langkah baru di Kelurahan Simokerto. Kampung MOZAIK menjalankan REFILIN, sistem distribusi kebutuhan rumah tangga berbasis isi ulang (refill), yang dalam tiga hari operasional berhasil mencegah potensi timbulan hingga 1.150 sampah sachet.

Program ini berawal dari hasil Analisis Karakteristik Sampah (AKSA) di RT 04/RW 03 Kelurahan Simokerto. Yang menunjukkan kemasan sachet multilayer menjadi salah satu jenis sampah paling banyak ditemukan di kawasan Kali Tebu.

Temuan itu kemudian menjadi dasar penyusunan upaya pengurangan sampah dari sumbernya melalui sistem guna ulang. Selama masa uji coba, REFILIN menjual 23 liter sabun kebutuhan rumah tangga yang terdiri atas deterjen cair, sabun cuci piring, dan sabun pembersih lantai.

Jika disetarakan dengan kemasan sachet 40 mililiter, jumlah tersebut mengurangi penggunaan sekitar 575 sachet. Dengan ukuran sachet 20 mililiter, angkanya mencapai sekitar 1.150 sachet.

Stien Angelie Manuhutu, mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Brawijaya, relawan Berkeling Kampung Simokerto, mengajak warga mengurangi timbunan sampah sachet melalui sistem guna ulang. | Foto: Refilin

#Menjangkau Warga dari Rumah ke Rumah

REFILIN menggunakan sistem penjualan door-to-door hingga ke gang-gang permukiman. Cara ini memudahkan warga memperoleh produk isi ulang sekaligus membuka ruang diskusi mengenai pengurangan sampah plastik.

Stien Angeli Manuhutu, mahasiswa Universitas Brawijaya sekaligus relawan REFILIN Kali Tebu, mengatakan masyarakat cukup terbuka terhadap sistem tersebut.

“Saya merasa sangat mudah memasarkan produk guna ulang ini. Hal ini menunjukkan sebenarnya diperlukan pendekatan inklusif untuk inovasi guna ulang ini. Dengan metode penjualan door-to-door, kami berhasil menyentuh pelanggan secara langsung dan berinteraksi lebih dekat,” ujarnya.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Menurutnya, komunikasi langsung membuat warga lebih memahami manfaat penggunaan kemasan isi ulang dalam mengurangi sampah rumah tangga.

“Pendekatan door-to-door membuat kami bisa berinteraksi langsung dengan warga. Dari percakapan itu terlihat bahwa masyarakat sebenarnya terbuka terhadap sistem guna ulang, asalkan mudah dijangkau dan dijelaskan secara langsung,” ujar Stien.

Farida Febriani Tampubolon, mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Brawijaya, berkeliling Kampung Simokerto mengajak warga beralih ke sistem isi ulang demi Surabaya yang bebas plastik. | Foto: REFILIN

#Siap Diperluas di Sepanjang Kali Tebu

Dukungan juga datang dari Ketua PKK RT 04/RW 03 Kelurahan Simokerto, Yuli. Ia berharap layanan isi ulang dapat tersedia di lebih banyak titik agar semakin banyak warga beralih dari kemasan sekali pakai.

“Seharusnya toko refill ini didirikan di beberapa titik di sepanjang sungai, ya, untuk mengajak masyarakat lebih banyak terlibat pada inovasi guna ulang ini,” katanya.

Menanggapi usulan tersebut, Kampung MOZAIK berencana memperluas jaringan REFILIN ke beberapa lokasi di sepanjang Kali Tebu.

“Kami berharap pengembangan REFILIN di beberapa titik dapat memperbesar pengurangan sampah kemasan plastik sekaligus memperkuat kebiasaan masyarakat menggunakan sistem guna ulang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga,” tandas Manajer Operasional REFILIN, Jofany Ahmad.***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *