Lewati ke konten

Gak Cuma Buat Numpang Lewat: Anak SMA Sidoarjo-Gresik Bedah Kritis Nasib Kali Surabaya

| 8 menit baca |Pelajar Mbois | 21 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • Intip catatan kritis empat pelajar Sidoarjo dan Gresik yang membongkar realita ancaman limbah serta mikroplastik di Kali Surabaya!
  • Dari status Suaka Ikan hingga bahaya mikroplastik, baca hasil eksplorasi seru para siswa di Kali Surabaya Festival 2026.
  • Mengapa Kali Surabaya ‘sakit’ meski jadi penopang air baku PDAM? Temukan ulasan lengkapnya dari kacamata generasi muda!
  • Menyusuri sejarah Kali Surabaya dari era jalur dagang hingga krisis lingkungan masa kini lewat tulisan inspiratif para pelajar.
  • Mari ambil peran jaga kelestarian sungai! Simak cerita seru para siswa saat turun lapangan di Taman Suaka Ikan Wringinanom.

SELAMA lima hari penuh pada 21–25 September 2026, bantaran Kali Surabaya di Taman Suaka Ikan Wringinanom, Gresik, menjadi saksi bisu berkumpulnya para pelajar dalam ajang Kali Surabaya Festival 2026. Di tempat edukasi lingkungan ini, para siswa tidak hanya diajak menikmati keindahan alam perairan, tetapi juga diajak turun tangan langsung mengamati realita kritis yang dialami oleh sungai tercinta kita.

Rangkaian tulisan inspiratif dari Aisyah Minola Pribadi (SMAN 1 Tarik Sidoarjo), Dzakirah Salsabila Dwi Saputri (SMAN 1 Wringinanom Gresik), Nazuba Maya Ali (MA Raden Paku Wringinanom), dan Helfina Al Hikmah Pradestya (SMAN 1 Tarik Sidoarjo) merekam perjalanan edukasi ini dengan penuh daya kritis. Melalui kacamata anak muda, mereka membedah sejarah Kali Surabaya sebagai jalur perdagangan masa lalu, statusnya sebagai kawasan Suaka Ikan, ancaman serius limbah dan mikroplastik, hingga perannya yang tak tergantikan sebagai penyedia air baku PDAM. Simak catatan eksplorasi mereka dan mari bersama-sama ambil peran untuk menjaga kelestarian Kali Surabaya![]

Aisyah Minola Pribadi
Kelas: XI | SMA Negeri 1 Tarik, Sidoarjo

Mengenal Kali Surabaya: Dulu, Sekarang, dan Tantangan Kelestariannya

KALIAN tahu nggak sih, Kali Surabaya itu sebenarnya bagian dari aliran Sungai Brantas yang membentang luas dari kawasan Mlirip di Mojokerto sampai ke Surabaya? Jadi, aliran hilir Sungai Brantas itu terbagi jadi dua jalur utama: ada yang mengalir menuju Porong, dan ada yang mengalir ke Kali Surabaya. Di sepanjang aliran Kali Surabaya ini, kita masih bisa nemuin pemukiman warga, area pertanian, sampai kawasan industri yang ramai aktivitas.

Sungai ini bukan sekadar aliran air biasa, tapi jadi rumah bagi berbagai jenis ekosistem yang punya peran super penting buat kehidupan masyarakat. Bahkan sepanjang tahun 2024 kemarin, serangkaian pemantauan dan penelitian intensif terus dilakukan di sepanjang sungai ini—mulai dari riset kualitas air, pengujian kandungan mikroplastik, sampai agenda tahunan Sensus Ikan Kali Surabaya 2024.

BACA JUGA:  Aksi Bakar Plastik di Surabaya Soroti Ancaman Mikroplastik terhadap Kesehatan Masyarakat Jawa Timur

Sampai detik ini, Kali Surabaya masih terus dimanfaatkan sebagai sumber air baku utama buat jutaan warga Surabaya dan sekitarnya. Keberadaan sungai ini bener-bener krusial karena nggak cuma nyediain air buat kebutuhan harian masyarakat, pemerintah, dan industri, tapi juga punya nilai sejarah dan fungsi lingkungan yang bernilai tinggi.

Kalau kita balik ke masa lalu, dulu sungai ini lebih banyak dipakai warga buat aktivitas sehari-hari di sekitar bantaran. Tapi seiring berjalannya waktu, ditambah pesatnya pertumbuhan penduduk dan menjamurnya industri, berbagai permasalahan lingkungan kaya pencemaran pun mulai bermunculan.

Makanya, sekarang berbagai upaya pengelolaan, pemantauan kualitas air secara berkala, dan aksi pelestarian Kali Surabaya wajib banget ditingkatkan. Sebagai generasi muda, yuk kita ikut peduli dan ambil bagian demi menjaga kelestarian sungai tercinta ini!***


Foto bareng Bu Adinda, guru favorit dan tersayang kita semua dari SMAN 1 Wringinanom! Belajar soal lingkungan dan konservasi sungai jadi makin seru dan berkesan pas didampingi guru yang selalu supportif kaya beliau. Makasih ya Bu Adinda udah setia nemenin dan membimbing kita! | Foto: Supriyadi

Dzakirah Salsabila Dwi Saputri
Kelas: 10-5 | SMA Negeri 1 Wringinanom

#Kali Surabaya di Wringinanom: Rumah Ikan yang Lagi Sakit dan Butuh Pertolongan Kita

KALIAN tahu nggak sih, Kali Surabaya yang ada di daerah kita, Wringinanom, itu sebenarnya bukan sungai biasa? Oleh Pemerintah Jawa Timur, kawasan Dusun Krajan, Desa Wringinanom, Gresik ini resmi ditetapkan sebagai Suaka Ikan lewat SK Gubernur tahun 2014! Artinya, ikan-ikan asli Kali Surabaya di sini dilindungi banget dan nggak boleh ditangkap secara sembarangan.

Nah, tempat edukasinya dikelola langsung sama Ecoton, yayasan yang fokus pada konservasi lahan basah. Mereka menyulap bantaran sungai jadi zona belajar yang seru banget. Di sana ada galeri foto keanekaragaman ikan, dua kolam besar penampung ikan lokal (kaya rengkik, muntho, bader abang, wader, dan keting), sampai dermaga kayu buat memantau kesehatan air pakai alat ukur oksigen terlarut, pH, dan TDS. Nggak ketinggalan, ada juga tenda diskusi luas buat tempat workshop atau festival.

Padahal sungai ini krusial banget sebagai penyedia air baku PDAM buat jutaan warga Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Tapi mirisnya, kondisi sungai kita ini lagi kritis parah!

Masih ingat kejadian Mei 2025 lalu? Ribuan ikan mati mengambang dari Mlirip Mojokerto sampai Wringinanom. Pas diukur sama tim Ecoton, kadar oksigen di air drop sampai 0,1—padahal batas minimal ikan bisa bernapas itu angka 4! Ikan-ikan jadi lemas dan naik ke permukaan, sampai-sampai warga Jetis berbondong-bondong nangkepin karena dikira ‘rezeki’, padahal itu tanda bahaya.

BACA JUGA:  Sistem Pengelolaan Sampah Darat Surabaya Belum Terintegrasi, Puluhan Ton Masih Tercebur di Kali Tebu

Nggak cuma limbah, masalah sampah plastik juga gak kalah parah. Hasil audit Ecoton ngebongkar kalau sekitar 70% sampah di bantaran itu adalah plastik. Bahkan yuyu (kepiting sungai) kecil di sana, di dalam tubuhnya udah terkontaminasi mikroplastik jenis fiber. Rantai makanan kita bener-bener udah Kemasukan plastik!

Belum lagi masalah bangunan liar dan alih fungsi lahan. Sejak November 2025, Ecoton nemuin aktivitas pengurukan tanah di Desa Sumberame yang masuk area sempadan sungai. Padahal bantaran sungai itu benteng utama penahan banjir sekaligus area ikan bertelur. Kalau diuruk, air bakal kehilangan resapan dan habitat ikan langsung hancur. Makanya kasus ini udah dilaporkan resmi ke BBWS Brantas.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Oleh karena itu, Ecoton nggak cuma menjaga, tapi juga aktif ngajak kita belajar. Tiap tahun ada Surabaya River Festival, di mana pelajar SMA diajak jadi River Detective buat ngenalin spesies ikan lokal yang jujur aja banyak dari kita belum tahu. Ada juga riset Biotilik (cek kesehatan sungai pakai indikator hewan kecil kaya larva capung jarum dan cacing darah), aksi tanam 300+ pohon buah (rambutan, nangka, sukun) buat cegah longsor, sampai kegiatan susur sungai sambil mungut sampah dari Wringinanom ke Gunungsari.

Intinya, Ecoton Wringinanom ini jadi pengingat keras buat kita semua: Kali Surabaya itu masih hidup, masih punya banyak ikan, tapi kondisi fisiknya lagi ‘sakit’ dan butuh banget kita jaga bareng-bareng!***


Aksinya pas lagi speak up bener-bener keren dan mengesankan banget! Arlyn Nazwa Cahyani, perwakilan dari MA Raden Paku Wringinanom ini tampil super percaya diri dan berani nyuarain pendapatnya di hadapan teman-teman peserta lainnya. Mantap betul, berani bersuara buat kelestarian Kali Surabaya! | Foto: Supriyadi

Nazuba Maya Ali
Kelas: XI | MA Raden Paku Wringinanom

Menelusuri Sejarah dan Masa Depan Kali Surabaya: Dari Jalur Dagang hingga Penopang Air Baku

KALIAN tahu nggak sih, Kali Surabaya itu sebenarnya anak Sungai Brantas yang membentang luas dari kawasan Mlirip di Mojokerto sampai ke Surabaya? Sungai ini punya peranan yang super penting, nggak cuma buat keberlangsungan lingkungan di sekitarnya, tapi juga buat menyokong kehidupan jutaan masyarakat.

Kalau kita flashback ke masa lalu, fungsi Kali Surabaya itu beda banget sama sekarang. Dulu, sungai ini dimanfaatkan sebagai jalur transportasi air yang utama buat mendistribusikan hasil bumi dan berbagai komoditas perdagangan dari arah laut menuju pedalaman. Nah, demi mengoptimalkan fungsinya, pada tahun 1974–1981 pemerintah Indonesia sempat melakukan rekonstruksi besar-besaran buat memperbaiki kondisi dan struktur aliran sungai ini.

BACA JUGA:  Festival Tiga Sungai Bulukumba: Satukan Warga Jaga Bialo, Bijawang, dan Balantieng

Seiring berjalannya waktu dan pesatnya pembangunan darat, Kali Surabaya memang nggak lagi dipakai sebagai jalur utama transportasi logistik. Tapi, perannya justru makin krusial! Saat ini, Kali Surabaya menjadi sumber bahan baku air bersih utama yang diolah oleh PDAM buat memenuhi kebutuhan air harian kita semua.

Melihat betapa pentingnya sungai ini, masyarakat sekitar bareng organisasi peduli lingkungan kaya ECOTON terus bergerak aktif melakukan aksi revitalisasi. Upaya nyata yang dilakukan mulai dari pemeliharaan kebersihan sungai, menekan angka pencemaran limbah, sampai gencar ngadain edukasi buat ningkatin kesadaran warga lokal.

Kelestarian Kali Surabaya jelas wajib kita jaga secara berkelanjutan. Sebagai generasi muda, yuk ikut ambil bagian demi menjamin ketersediaan sumber daya air bersih buat kehidupan kita di masa depan!***


Wah, mantap banget nih pesannya! Kawan kita Jessicha Putri Ferlyta dari kelas 10 SMAN 1 Tarik lagi pamer poster edukatif buatan sendiri. Lewat poster bertuliskan “Plastikmu Membunuhku dan 1.328 Temanku”, Jessicha ngajak kita semua buat makin peka sama bahaya sampah plastik yang ngerusak lingkungan dan membunuh ekosistem sungai. Kece parah aksi suarakannya! | Foto: Supriyadi

Helfina Al Hikmah Pradestya
Kelas: X-7 | SMAN 1 Tarik, Sidoarjo

Menelusuri Aliran Kali Surabaya: Dari Urat Nadi Perdagangan Hingga Sumber Kehidupan Kita

KALIAN tahu nggak sih, Kali Surabaya itu salah satu sungai paling utama dan vital di Jawa Timur? Sungai yang merupakan bagian dari sistem Sungai Brantas ini mengalir mulai dari Pintu Air Mlirip sampai ke Pintu Air Jagir. Kalau dihitung khusus di wilayah Kota Surabaya aja, panjang alirannya itu mencapai sekitar 17,4 kilometer!

Sejak zaman dulu, keberadaan sungai ini punya peranan yang super penting buat masyarakat. Jaringan sungai di Surabaya menyimpan jejak sejarah yang keren banget sebagai jalur transportasi air utama dan pusat kegiatan perdagangan tempo dulu. Aliran Kali Surabaya ini melewati beberapa wilayah kaya Karangpilang, Wiyung, Jambangan, Dukuh Pakis, sampai Wonokromo. Nah, pas sampai di Wonokromo, alirannya bercabang dua jadi Kali Mas dan Kali Wonokromo.

Fungsi Kali Surabaya ini penting banget karena bantu mengalirkan air sekaligus menopang berbagai aktivitas kehidupan warga di sekitarnya. Makanya, kebersihan dan kualitas air sungai ini wajib banget kita jaga bareng-bareng.

Kita sebagai masyarakat, pemerintah, dan elemen generasi muda bisa mulai ambil peran lewat langkah sederhana: stop buang sampah sembarangan ke sungai dan rajin merawat lingkungan di sekitar bantaran. Yuk, kita jaga Kali Surabaya biar tetap lestari!***

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) dan PT Petrokimia Gresik (Persero) melalui Program Petro Tirta.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *