- Lebih dari 505 pelajar dari lima sekolah di Jakarta pernah mengikuti penelitian mikroplastik melalui program Microplastics Journey yang digelar ECOTON pada Mei–Juli 2026.
- Program mengajak siswa melakukan penelitian langsung terhadap udara, air, tanaman, kulit, hingga daun menggunakan metode laboratorium sederhana.
- Kegiatan menjadi salah satu upaya memperkenalkan metode citizen science kepada pelajar sekaligus meningkatkan literasi mengenai ancaman mikroplastik.
- Pengalaman pelaksanaan program menunjukkan tingginya minat sekolah terhadap pembelajaran lingkungan berbasis praktik.
- Dari pengalaman itu, ECOTON kemudian menggagas Mobil Laboratorium Mikroplastik agar edukasi dapat menjangkau sekolah-sekolah di pelosok Indonesia.
PROGRAM Microplastics Journey yang diselenggarakan Ecological Obsevation and Wetlands Conservation (ECOTON) bersama Hyundai, K-Green Foundation, dan Community Chest of Korea pada Mei hingga Juli 2026. Tampaknya menjadi langkah nyata memperkenalkan penelitian mikroplastik kepada generasi muda.
Selama tiga bulan pelaksanaan itu berlangsung. Lebih dari 505 siswa dari lima sekolah di Jakarta, saat itu diajak terlibat langsung pengujian tentang bahayanya pencemaran plastik.
Berbeda dari metode pembelajaran konvensional di dalam kelas. Para peserta diajak turun langsung melakukan pengamatan ilmiah. Mereka menggunakan peralatan laboratorium, memeriksa keberadaan partikel mikroplastik di lingkungan sekitar—mulai dari udara, sampel air, tanaman, hingga permukaan kulit.
Koordinator Program Microplastics Journey ECOTON, Khusnatul Khomsah menjelaskan, pendekatan eksperimental ini dirancang, agar para pelajar mampu memahami ancaman mikroplastik secara nyata melalui pengalaman empiris.
“Melalui pendekatan yang kami lakukan, para pelajar diajak memahami bagaimana plastik sekali pakai dapat terurai menjadi mikroplastik, kemudian mencemari udara, air, tumbuhan, hingga berpotensi masuk ke tubuh manusia,” ujar Tasya sapaan Khusnatul Khomsah dalam keterangannya di Kantor Ecoton, Wringinanom, Gresik, Kamis, (23/7/2026).

#Lima Sekolah Jadi Lokasi Pembelajaran Lapangan
Rangkaian program edukasi lingkungan ini menjangkau lima sekolah di wilayah Jakarta dengan fokus penelitian yang beragam:
- SMP Negeri 9 Jakarta (Mei 2026): Diikuti oleh sekitar 50 pengurus OSIS dan MPK. Para peserta menerima materi dampak sampah plastik dan melakukan uji laboratorium mandiri untuk mengidentifikasi partikel mikroplastik.
- SMP Negeri 218 Jakarta: Melibatkan sekitar 200 siswa kelas VII dan VIII. Mereka melakukan pemantauan mikroplastik pada udara dalam ruangan, udara luar, tanaman, dan sampel air menggunakan pendekatan citizen science.
- SMP Muhammadiyah 8 Jakarta (Juni 2026): Diikuti lebih dari 120 siswa kelas VII yang meneliti kandungan mikroplastik pada air keran wastafel sekolah serta air minum kemasan guna mendeteksi potensi paparan harian.
- SMP Muhammadiyah 9 Jakarta: Lebih dari 75 siswa dari kader Mulan Ambassadors dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menguji paparan partikel plastik yang menempel pada kulit wajah dan tangan.
- MI dan MTs Al-Wathoniyah 06 Jakarta Timur: Ditutup dengan aksi lebih dari 60 siswa yang melakukan audit merek kemasan plastik serta mendeteksi keberadaan mikroplastik pada daun di sekitar lingkungan sekolah.

#Mendorong Literasi Sains dan Aksi Nyata
Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, jelas Tasya, ECOTON berkomitmen mendongkrak literasi sains selama ini belum terbuka kepada publik.
“Sain dan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar itu urgen. Siswa tidak hanya diajarkan mengidentifikasi pencemaran saja. Tetapi juga dilatih dalam proses pengambilan sampel, pengamatan laboratorium, hingga penyusunan data hasil riset, “ jelas Tasya.
Tasya juga menjelaskan, langkah ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan riset peserta didik, menghasilkan data lapangan yang valid untuk advokasi lingkungan, serta mendorong gaya hidup minim plastik sekali pakai.
“Literasi sains membentuk pelajar lebih peduli lingkungan melalui penelitian, pengamatan, dan data ilmiah sederhana, ” tandas Tasya.
Sebagaimana dalam program ini, ECOTON mengusung slogan “Everyone is Scientist, Everyone is Activist.” Slogan yang menegaskan setiap orang dapat berperan sebagai peneliti sekaligus penggerak perubahan melalui tindakan berbasis pada pengetahuan ilmiah.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel“Melalui semangat Everyone is Scientist, Everyone is Activist, kami ingin menghubungkan pemahaman sains dengan perubahan perilaku sehari-hari, terutama dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Tasya yang selama berperan sebagai editing jurnal Ecoton.

#Patungan Wujudkan Laboratorium Mikroplastik
Sementara itu, Pendiri ECOTON, Prigi Arisandi, mengungkapkan banyak sekolah sejatinya memiliki ketertarikan tinggi terhadap pembelajaran lingkungan berbasis praktik. Kata Prigi, tak sedikit yang terkendala keterbatasan fasilitas laboratorium.
Berangkat dari realitas ini, lanjut Prigi, ECOTON kini menggagas kehadiran Mobil Laboratorium Mikroplastik—sebuah laboratorium keliling yang dirancang untuk menjangkau masyarakat dan sekolah-sekolah di berbagai daerah, khususnya di wilayah pelosok Indonesia.
“Melihat kenyataan yang terjadi, ECOTON tergerak membuat Mobil Laboratorium Mikroplastik agar mudah menjangkau masyarakat dan sekolah-sekolah di pelosok Indonesia,” kata Prigi.
Prigi juga menambahkan kebutuhan akan fasilitas edukasi berbasis praktik sains seperti ini. tidak boleh hanya dinikmati oleh sekolah-sekolah di kota besar.
“Tidak menutup kemungkinan sekolah-sekolah pelosok sangat membutuhkan fasilitas ini. Mereka juga ingin mengenali sejauh mana ancaman mikroplastik terhadap lingkungan maupun kehidupan, “ jelas Prigi.
Karena itu, Prigi mengajak kepada masyarakat ikut terlibata mewujud Mobil Laboratorium Mikroplastik.
“Kami mengajak memamang, kepada masyarakat ikut terlibat mewujudkan Mobil Laboratorium Mikroplastik ini, agar semakin banyak anak Indonesia dapat belajar sains secara langsung,” pungkasnya.
Melalui gerakan patungan, ECOTON mengajak seluruh lapisan masyarakat berkontribusi mewujudkan Mobil Laboratorium Mikroplastik. Donasi dapat disalurkan melalui Rekening BNI 166878996 atas nama ECOTON. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center ECOTON di +62 8222-6655-636. Bersama, mari perluas edukasi lingkungan dan lindungi generasi mendatang dari ancaman mikroplastik.***